Gajah liar yang diperkirakan berusia 20 tahun ditemukan mati tak wajar di Taman Nasional Tesso Nilo. Ada kemungkinan hewan itu diracun. Untuk memastikannya, gajah tersebut diautopsi.
"Sekujur tubuhnya tidak ada tanda bekas luka. Gadingnya masih lengkap. Ini tak wajar, kemungkinan diracun," kata Kepala Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, Kupin Simbolon, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (31/5/2012).
Kupin yang saat dihubungi tengah berada di lokasi bangkai gajah itu, menyebutkan, gajah tersebut diperkirakan tewas dua hari yang lalu. Posisi gajah jantan ini berada di tengah kawasan taman nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, tim BKSDA bersama dokter hewan masih melakukan autopsi di lokasi untuk mengetahui penyebab kematian gajah tersebut.
"Besok sejumlah sampel langsung kita kirim ke laboratorium di Bukit Tinggi dan Bogor," kata Kupin.
Dalam catatanya BKSDA Riau, sepanjang tahun 2012 ini, 5 ekor gajah liar mati tak wajar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Banyaknya gajah mati secara tak wajar ini, menurut Tumin, menimbulkan spekulasi adanya pembantaian sistematis terhadap hewan berbelalai itu.
"Saya melihat pembantaian gajah di Riau ini sudah sistemmatis. Kita akan tetap mengungkap pelaku dari pembunuhan gajah yang ada di kawasan taman nasional ini," kata Kupin.
Kupin juga mengajak semua komponen, untuk tidak membunuh gajah liar. "Janganlah gajah ini dianggap hama. Gajah tidak pernah mengganggu jika habitatnya tidak diusik," kata Kupin.
(cha/trw)










































