Perampokan Emas Marak, Polda Jateng Sebarkan Sketsa DPO

Perampokan Emas Marak, Polda Jateng Sebarkan Sketsa DPO

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 31 Mei 2012 16:07 WIB
Perampokan Emas Marak, Polda Jateng Sebarkan Sketsa DPO
Semarang - Polda Jateng memperbarui sketsa wajah sindikat perampok toko emas yang sering beraksi di Jawa Tengah dan DIY akhir-akhir ini dan siap menyebarkannya. Hal tesebut diungkapkan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djihartono.

"Sketsa perampokan emas yang sempat kami rilis beberapa Minggu lalu kami perbarui dengan lebih jelas," katanya di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (31/5/2012).

Sebelumnya kepolisian sudah menangkap enam orang tersangka termasuk tiga diantaranya adalah penadah. Sementara itu dari enam orang yang ada dalam daftar pencarian, dua diantaranya adalah pecatan TNI.

"Akan lebih efektif jika kami bermitra dengan masyarakat," imbuh Djihartono.

Nama dalam sketsa baru yang akan disebar di tempat-tempat umum tersebut adalah Yudi (37) dengan tinggi 172 cm, berambut ikal warna hitam, berkulit sawo matang, dan memiliki tanda lahir hijau di pipi kanan, Arif alias Ketip (32) dengan tinggi 165 cm berambut hitam, Didin alias Yusuf (35) tinggi 165 cm, berkulit sawo matang, lalu Warso (40) tinggi 180 cm, sering mengenakan topi, berkulit sawo matang dan memiliki tato di dagu.

Dua orang lainnya yang tercantum dalam sketsa tersebut adalah mantan anggota TNI. Mereka adalah Hendro (45), tinggi 172 cm, berambut hitam, dan memiliki botak berkulit sawo matang dan Suryono (40), tinggi 170 cm dan berambut hitam.

"Harapan kami dengan mempublikasikan ini adalah agar bisa cepat terungkap," ungkap Djihartono.

Perampokan toko emas di sejumlah daerah di Jateng. Di Kebumen, perampok beraksi pada 7 Maret 2012. Belum genap dua minggu, terjadi perampokan serupa di Purbalingga pada 20 Maret 2012. Selain itu, kawanan perampok ini beraksi di Grobogan, Karangayar, Pati, Rembang, dan Cilacap.

Sebagian pelaku sudah ditangkap. Namun sisanya masih berkeliaran. Termasuk DPO yang sketsanya disebarkan ke publik. Warga diimbau melapor ke kantor polisi terdekat jika melihat seseorang yang mirip foto dalam gambar DPO tersebut.



(alg/trw)


Berita Terkait