"Tim terdiri dari 9 orang warga setempat dan dipimpin oleh Pak Dudung," kata Danrem 061 AM Putranto, di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, Kamis (31/5/2012).
Menurutnya, FDR ditemukan oleh Tim Dudung cs pada siang hari kemarin. Tepatnya di dalam ceruk yang tertimbun longsongan tanah sekitar 30 meter dari posisi puing ekor pesawat.
Tetapi laporan temuannya dan konfirmasi baru diterimanya pada pukul 21.00 WIB. Pagi ini tim dari KNKT, Basarnas, dan wakil Sukhoi datang ke Cidahu untuk lakukan verifikasi.
"Karena kan harus dibawa dulu ke posko. Kita tahu sendiri bagaimana medannya," jelas Putranto.
Sejak resmi dihentikannya operasi pencarian korban pada dua pekan silam, menurutnya operasi dalam skala yang kecil sebenarnya terus berjalan. Tim terdiri unsur SAR, Paskhas, Polres, dan Korem yang melibatkan warga sekitar.
Target utamanya adalah temukan FDR yang diperlukan KNKT untuk analisa penyebab musibah. Untuk memudahkan pencarian, kepada warga anggota tim dibekali foto FDR yang dicari.
"Kita kasih foto ke warga agar kalau menemukan yang begini (FDR) segera lapor. Untungnya juga mereka sudah pernah lihat di televisi, jadi cepat dilaporkan," jelas Putranto.
"Sekali lagi kami menyatakan terima kasih kepada warga Cidahu yang selama ini banyak membantu, dan Pak Dudung cs yang kemarin temukan FDR," pungkasnya.
(lh/rmd)











































