MUI & LSF Surati Menteri Pariwisata soal 'Buruan Cium Gue'
Rabu, 18 Agu 2004 13:50 WIB
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melayangkan surat kepada Menteri Pariwisata agar menarik film Buruan Cium Gue (BCG) dari pasaran. Lembaga Sensor Film (LSF) juga sudah melayangkan surat pada Menteri Pariwisata.Namun isi surat LSF berbeda dengan surat MUI. Ketua LSF Titie Said menyatakan, isi suratnya berupa informasi mengenai banyaknya keberatan dan reaksi dari masyarakat terhadap penayangan BCG."Kami juga sudah bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia dan BP2M yang akan melakukan rapat membahas masalah itu hari ini," kata Titie usai menerima Aa Gym dkk di kantornya, Jl.MT Haryono, Jakarta, Rabu (18/8/2004).Sedangkan surat MUI pada Menteri Pariwisata tertanggal 14 Agustus ditembuskan juga kepada Presiden, Wapres, Ketua DPR, Mendikbud, Menag, Kapolri, Kajagung, Ketua BP2M, Ketua LSF, MUI Provinsi se-RI, pimpinan ormas Islam se-RI, Ketua Gabungan Bioskop Indonesia, pimpinan AMAPP, pimpinan Masyarakat Tolak Pornografi dan pimpinan media massa."Intinya, MUI memohon kepada Bapak Menteri untuk mengambil langkah kebijaksaan peredaran film Buruan Cium Gue (BCG) produksi Multivision Plus, yang saat ini sedang diputar di sejumlah bioskop," urai pengurus MUI, Din Syamsudin, di LSF. Dalam suratnya, MUI juga melampirkan beberapa alasan, fakta serta mudharat yang ditemukan dalam film tersebut.Din menjelaskan, meski belum menonton, tapi pihaknya telah membentuk sebuah tim yang khusus untuk menonton film tersebut dan mengamati adegan-adegan, perkataan-perkataan serta membuat kesimpulan.Temuan MUIContoh/gambar yang dapat dijumpai dalam film BCG yang dicatat MUI dan dilaporkan kepada Menteri Pariwisata antara lain:1.Seorang guru yang sedang menghukum sepasang siswa-siswi yang sedang melakukan ciuman dan pacaran di kelas, malah ditertawakan murid-muridnya. Dan dari mimik muka mereka, sama sekali tidak merasa bersalah. "Ini sangat melecehkan martabat seorang guru di sekolah," kata Din.2. Potongan dialog yang berbau provokasi untuk para siswa. Misalnya, dialog: "Bohong banget, masak pacaran seharian nggak pernah ciuman." Dialog kedua, "Anak SMP saja kalau pacaran sudah ciuman, masak kamu kalah." Dialog ketiga, "Kalau kamu mamang jagoan pacaran dan ciuman, coba cium gue," kata seorang siswi pada soerang teman prianya, sambil menyodorkan kepala.3. Terdapat adegan yang tidak semestinya dilakukan oleh para siswa-siswi sekolah. Salah satunya menggambarkan atau menampilkan teknik ciuman yang lebih merangsang, di mana sang siswi mengoleskan minuman keras (tequila) ke lehernya lalu menyodorkan lehernya dengan mata terpejam kepada teman prianya.4. MUI sangat menyesalkan film BCG yang menjadikan suasana di lembaga pendidikan atau kehidupan di SMA/SMU sebagai setting atau latar cerita namun tak kelihatan kegiatan belajar mengajar. Yang ada adalah adegan dialog dan sussana hura-hura pesta pantai, minum bir/minuman keras dan ngerumpi soal pacaran dan ciuman.
(nrl/)











































