"Sopir itu baru satu bulan bekerja dan kita tidak ada kecurigaan sama sekali," kata Direktur PT Neonlite, Adi Iskandar, kepada detikcom, Rabu (30/5/2012).
Adi mengatakan, saat itu sopir perusahaan itu Mahyudin (31) sedang berkendara bersama seorang staf kantor Ivan (40). Mereka mengambil gaji pegawai yang rencananya akan diserahkan kepada karyawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adi menyatakan, saat mengantar uang ke kantor pusat tidak ada keganjilan sama sekali. Namun saat hendak mengantar uang ke karyawan di Palmerah mulai ada keanehan.
"Mobilnya berjalan pelan di Jl Suryopranoto kemudian sopirnya membuka pintu belakang dan rekannya masuk," katanya.
Adi mengatakan, begitu rekan sopir masuk, Ivan ditodong dengan senjata tajam. Kursi samping sopir yang ditumpangi Ivan direbahkan dan rekan Mahyudin menodongkan senjata tajam ke perut Ivan.
"Ivan dibuang di kawasan Bintaro," katanya.
Ivan sempat terjatuh saat diturunkan dari mobil, kemudian penduduk sekitar menolongnya. "Dia telepon kantor kalau mobil dirampok," katanya.
Adi menduga mobil itu dibawa ke kawasan Serang karena Mahyudin memang memiliki kerabat di kawasan itu. "Tadi sudah dicari di kontrakannya di Bintaro namun nihil," katanya.
Sementara itu, Kasat PJR Polda AKBP Jazari mengatakan, petugas sudah melakukan pencarian mobil Altis B 99 AD yang dilarikan sopir itu, namun hingga kini masih gelap.
Jazari mengatakan, pengguna jalan ada yang melaporkan ada mobil Altis menepi di KM 14 tol arah Serang, tapi belum bisa dipastikan apakah itu mobil yang dicuri atau bukan.
"Kita belum tahu, bisa juga mobil itu menepi untuk menukar nomor polisi," katanya.
(nal/nrl)










































