"Ini kan ajakan baik, tak usah sinis, tidak perlu direspons negatif. Semua penting mendukung kebiasaan hidup hemat energi", ujar Tifatul dalam siaran tertulis, Rabu (30/5/2012).
Hal ini disampaikan Tifatul menanggapi sejumlah pernyataan tokoh di media massa hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tifatul juga menambahkan bahwa dengan terjadinya krisis di kalangan negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat, maka semua komponen bangsa harus meningkatkan sense of crisis.
"Memang kondisi ekonomi dunia sedang krisis, tidak bersahabat bahkan dialami pula oleh negara-negara maju. Sehingga sangat mendesak untuk menyelamatkan anggaran pembangunan negara," kata Tifatul.
Sebagaimana disampaikan Presiden SBY dalam pidatonya, Selasa (29/5) semalam, opsi penghematan energi ini diambil pemerintah untuk penyelamatan anggaran. Sementara di sisi lain pemerintah tidak mengambil opsi menaikkan harga minyak.
SBY mengumumkan 5 langkah strategi penghematan energi nasional. Pertama, pengendalian sistem distribusi di SPBU; kedua, larangan kendaraan pemerintah pusat dan daerah memakai BBM bersubsidi; ketiga, konversi BBM ke BBG; keempat, larangan kendaraan usaha perkebunan dan pertambangan memakai BBM bersubsidi; dan kelima, penghematan listrik dan air di kantor-kantor pemerintahan.
SBY juga mengatakan bahwa untuk hemat energi harus dimulai dari pemerintah sendiri, termasuk pemda-pemda, sehingga dapat menjadi contoh tauladan bagi masyarakat.
(rmd/nrl)











































