Wakil Ketua Komwas PD, Suadi Marasabessy, menjelaskan proses klarifikasi dilakukan di kantor Komwas di Menara Sudirman, Jakarta hari ini.
"Kami hanya verifikasi kejadian menjelang Musda II DPD PD Malut kepada Ketua DPD PD Malut. Proses klarifikasi dan verifikasi baru selesai," kata Suadi saat dihubungi detikcom, Rabu (30/5/2012).
Namun, Suadi menolak merinci keterangan yang diberikan Thaib dan Totok karena Komwas masih melakukan pendalaman atas keterangan keduanya.
Rencananya, Komwas akan melakukan klarifikasi kepada pengurus DPP PD lainnya.
"Masih dilanjutkan tapi belum tahu waktu klarifikasi pengurus yang lain. Kalau soal materi verifikasi tidak dapat kami sampaikan," imbuh Suadi.
Seperti diketahui aksi penghadangan terjadi saat rombongan Anas dan Ibas tiba di bandara, Kamis 24 Mei. Mendadak sekelompok orang yang diduga pendukung Thaib memaksa bertemu keduanya. Terjadi keributan namun berhasil dikendalikan.
Sebelumnya, Ketua Komisi Pengawas PD, TB Silalahi mengatakan insiden penghadangan Anas dan Ibas diduga dilatari kesalahpamahan atas terbitnya 2 SK yakni nomor 194 dan 197 yang dikeluarkan DPP terkait pelaksanaan Musda Malut.
"Surat pertama menunjuk pelaksana adalah ketua DPD. Surat dikeluarkan oleh ketua dan wakil ketua bidang organisasi. Akibatnya, terbentuk dua kepengurusan, justru itu yang jadi insiden, kenapa ada dua penyelenggara Musda," kata Silalahi.
(fdn/rmd)











































