"Kami akan kerjasama sebab pada hakekatnya KY itu kan mitra kerja dari MA. Mudah-mudahan mitra kerja itu bisa terwujud ke depannya," kata Timur kepada wartawan usai dilantik di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (30/05/2012).
Menurut hakim agung ini, MA dan KY harus berkoordinasi bersama guna terwujudnya pengadilan yang bersih dan berwibawa. MA berharap kesan saling bersaing dengan KY akan bisa dihilangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timur menjadi Ketua Muda Pengawasan menggantikan Hatta Ali yang sekarang menjabat Ketua MA. Timur mengatakan untuk jabatan barunya ini dia akan menindak tegas hakim nakal. Menurutnya dari Januari hingga akhir Mei 2012 ada 735 laporan yang telah diterima dan 35 kasus sudah ditindak.
"Pokoknya begini ya, saya minta tolong kepada seluruh hakim supaya jangan macam-macam lagi. Jadi kasihan nanti kita kan tidak bisa membiarkan. Hal seperti ini tidak bisa dilanjutkan, saya tahu persis kok situasinya," ujar mantan Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) Mabes TNI ini.
Bagi kalangan awam, nama Timur Manurung mungkin tidak terlalu famililar. Namun bagi kalangan hakim dan militer, nama Timur begitu melekat.
Pria kelahiran 14 Agustus 1947 ini merintis dinas di Corps Hakim TNI. Namanya sempat mencuat saat Komisi Penyelidik Pelanggaran (KPP) HAM memanggil para perwira TNI terkait kasus Trisakti dan Semanggi I-II. Saat itu, sebagai Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) Mabes TNI, Timur menolak tegas panggilan KPP HAM.
Usai berkarier di militer, Timur Manurung menjadi hakim agung pada 2003 hingga sekarang. Timur dikaruniai 3 orang anak yaitu Ingrid Magdalena, Eric Johanes dan Rebeka Olivia.
(asp/nrl)










































