Sulitnya Menerobos Area Proyek Hambalang

Sulitnya Menerobos Area Proyek Hambalang

Budi Alimuddin - detikNews
Rabu, 30 Mei 2012 15:25 WIB
Sulitnya Menerobos Area Proyek Hambalang
Jakarta - Proyek pembangunan pusat olahraga nasional Hambalang, Bogor, Jawa Barat, kembali membetot perhatian publik. Para wartawan pun berlomba masuk ke area itu. Tapi ternyata sulit.

Baru hari ini, Rabu (30/5/2012) Kemenpora mengajak para wartawan meninjau secara langsung lokasi proyek yang terletak di kampung Hambalang, Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu. Hari-hari sebelumnya, jangan harap para wartawan diizinkan masuk ke area proyek yang dibiayai APBN Rp 1,2 triliun itu.

Selasa (29/5/2012) kemarin Detik sempat menyambangi proyek yang diduga beraroma korupsi dan kini terhenti karena sebagian tanahnya ambles itu. Setelah sempat mencoba beberapa cara, akhirnya Detik bisa masuk ke lokasi setelah beberapa anggota DPR datang juga ke lokasi itu.

Area proyek ini sebelumnya memang seakan-akan tertutup bagi wartawan. Seperti saat sejumlah wartawan, termasuk Detik, menyambangi lokasi proyek tersebut kemarin. Sejumlah petugas pengamanan proyek langsung menghadang di pintu masuk. Alasannya, mereka diperintahkan tidak menerima tamu yang tak membawa surat izin dengan tanda tangan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.

"Kalau Bapak ada surat dari Menpora, kami beri akses masuk. Kalau tidak, silakan Bapak memotret dari luar," ujar seorang petugas keamanan bernama Faisal.

Detik sempat berupaya bernegosiasi dengan menjelaskan, dalam tugasnya, jurnalis dilindungi Undang-Undang Pers. Namun hal itu sia-sia belaka. "Kami tidak paham soal itu. Yang kami tahu, kami hanya menjalankan tugas," ucapnya.

Upaya lain dicoba, termasuk menyelinap dari pintu samping yang berbatasan dengan kebun jati yang, konon, milik seorang warga kaya di Jakarta. Di pintu tersebut kebetulan penjagaannya tak seketat pintu depan. Detik pun mencoba menyamar menjadi pekerja bangunan dengan hanya mengenakan kaus dalam. Untuk menambah kesan 'penampilan' kuli bangunan, kemeja kerja dicopot dan diikatkan di kepala.

Sayang, karena lokasi proyek itu terbilang minim akses, sejumlah petugas satpam memergoki dari kejauhan. Detik pun diminta keluar dari area proyek. "Bapak boleh mengamati atau meliput dari luar pagar. Tapi, kalau di dalam, tidak kami izinkan," ujar seorang petugas. Ternyata gerak Detik telah dipantau sejak dari pintu depan proyek.

Peluang masuk akhirnya didapat setelah beberapa anggota Panitia Kerja Evaluasi Proyek Hambalang Komisi Pendidikan dan Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat mengunjungi proyek tersebut kemarin. Meski yang datang anggota Dewan, para petugas pengamanan sempat menghalang-halangi. Namun mereka tak berkutik setelah ditegur keras oleh anggota Komisi Olahraga, Dedi 'Miing' Gumilar.

"Kenapa lagi dihalangi? Sudah tidak bisa lagi kalian menghalangi kami karena ini milik publik, dibiayai uang rakyat,”"kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. Para wartawan yang sebelumnya hanya bisa mengambil gambar dari luar akhirnya bisa ikut melenggang masuk lokasi proyek. Sejumlah fakta dan foto eksklusif mengenai proyek ini pun didapatkan.

Berita kasus Hambalang bisa dibaca lebih lengkap disertai dengan info-info grafis di: hariandetik.com

(asy/asy)


Berita Terkait