"Tadi malam kita kedatangan 2 kantong jenazah. Tadi sudah kita buka. Isinya, body part yang dalam keadaan tidak utuh lagi. Secara visual, kita tidak bisa melihat itu apa karena sudah 3 minggu dan kondisinya membusuk," kata Kepala RS Polri Brigjen Pol Agus Prayitno di depan kamar jenazah RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (30/5/2012).
Menurut dia, jenazah tersebut sulit diidentifikasi. "Kalau sudah membusuk tidak bisa. Tetapi kalau masih ada tulangnya, DNA akan diambil dari tulang," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menjelaskan apabila tulang jenazah tersebut bisa diambil maka akan segera diteliti.
"Kalau bisa diambil, kita ambil sampel langsung dari tulangnya. Berapa lamanya ya seperti biasanya, 2 minggu. Itu kalau bisa, itu masih kita cari," kata Agus.
Kapan keputusan bisa diambil sampelnya? "Ini sedang dalam proses sampai saat ini," jawab dia.
Ketika ditanya mengenai properti korban yang ditemukan, Agus mengaku ada namun tidak jelas.
"Baju sudah berbentuk tidak jelas, dan sudah tidak ada identitasnya. Tidak bisa diidentifikasi, INAFIS tidak mengindentifikasi, tetapi tim DVI saja," kata dia.
(aan/nrl)










































