Jauh sebelum heboh longsornya tanah proyek Hambalang, warga di Kampung Tajur dan Kampung Hambalang, Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sudah akrab dengan tanah longsor dan tanah yang turun dari posisi semula.
"Satu kampung pernah dipindahkan di sini (akibat tanah longsor)," kata Ade Hidayat, Ketua RT 02 RW 2, Desa Hambalang, saat ditemui detikcom Selasa (29/5/2012) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asep, teman Ade, menambahkan sebenarnya perbukitan sekitar Desa Hambalang itu tak layak dibangun gedung tinggi dan berkonstruksi berat. Sebab, menurut dia, tanah di sekitar daerah ini sangat gembur dan tidak keras, tapi juga tidak subur. "Hanya cocok ditanami singkong, ubi, dan tanaman keras lainnya, seperti jati dan turi," tuturnya.
Karena pesatnya pembangunan di wilayah Kabupaten Bogor, di wilayah tersebut kini menjamur sejumlah bangunan tinggi. Harga tanah di sekitar proyek Hambalang itu kini melesat menjadi lebih dari Rp 80 ribu per meter persegi. Padahal, pada masa awal proyek tersebut disurvei, tanah di kawasan itu hanya seharga Rp 22 ribu meter persegi.
Berita kasus Hambalang bisa dibaca lebih lengkap disertai dengan info-info grafis di: hariandetik.com
(asy/asy)











































