"Ceritanya itu polisi gadungan cinta sama pelayan cafe. Jadi dia pura-pura jadi Brimob," kata Kapolsek Tanjung Priok Yono Suharto saat dihubungi detikcom, Rabu (30/5/2012).
Yono menceritakan, pengungkapan identitas Panji itu terjadi pada Senin (28/5) malam. Awal mulanya bermula saat Panji meminta izin ke atasan Rosa di Cafe Tribun, kalau Rosa tidak bisa masuk karena anaknya sakit.
Nah, saat itu di cafe ada juga sang marinir. Heran mendengar kabar Rosa sakit, sang Marinir itu juga naksir sang pelayan. Dia pun menanyakan soal sakitnya Rosa itu ke Panji, yang saat itu memakai seragam Brimob.
"Jadi ini cinta segitiga. Polisi gadungan itu minta izin Rosa sakit nggak bisa datang. Nah si marinir ini datang nanya ke Panji kok Rosa sakit, kemarin sehat-sehat saja. Ya sudah Panji akhirnya dibawa ke Polsek," jelasnya.
Sesampai di Polsek Tanjung Priok terungkap bahwa Panji anggota Brimob gadungan. Namun karena Panji tidak berbuat tindak pidana, akhirnya dia hanya diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Panji memang dinilai telah mencemarkan institusi Polri dengan berpura-pura mengaku sebagai polisi dan berpakaian lengkap bak seorang anggota Brimob.
"Jadi dia bikin surat pernyataan karena tidak ada pelanggaran pidana. Kecuali dia nodong terus berantem. Ini nggak," ujarnya.
Dari tangan Panji, polisi lantas menyita seluruh pakaian Brimob yang ia pakai dan senjata air soft gun. "Sudah kita sita semua. Kemarin istrinya datang marah-marah juga di kantor," ungkapnya.
Humas Polda Metro Jaya dalam situsnya menjelaskan Panji nekat membeli pakaian seragam polisi PDLT Brimob Polda Metro Jaya di toko perlengkapan dinas TNI-Polri di Senen, Jakarta Pusat untuk mendapatkan cinta Rosa. Ia membeli pakaian dinas yang sudah dipesan dari anggota Polri namun sudah lama tidak diambil seharga Rp 280 ribu.
Pada Minggu (27/5), pukul 22.00 WIB, Panji dengan berpakaian dinas Brimob tadi mengantar Rosa ke pemilik cafe tersebut, Sugeng Haryanto. Ia meminta izin agar Rosa tidak masuk kerja karena anaknya sedang sakit.
Senin (28/5), pukul 01.00 WIB, Panji bertemu dengan pemilik cafe lagi. Ia meminta izin kalau Rosa tidak masuk kerja hari itu. Namun karena kata-kata Panji yang kurang sopan, sehingga terjadi perselisihan antara keduanya.
Sugeng curiga Panji yang berpakaian polisi itu tidak mempunyai tingkah laku layaknya seorang polisi. Saat Sugeng menanyakan identitas Panji sebagai anggota Polri, Panji juga tidak bisa menunjukkannya. Akhirnya Sugeng melaporkan Panji ke Polsek Tanjung Priok.
(gus/ndr)











































