Kantor tersebut terletak di Jl Namaelo, Kota Masohi, ibukota kabupaten Maluku Tengah. Meski tidak dipakai sebagai kantordinas bupati, kompleks tersebut masih digunakan untuk beberapa perkantoran pemerintah.
Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Johanis Huwae membenarkan hal itu. "Itu kantor bupati lama. Pelaporan kejadian rincinya belum kami terima," kata Huwae kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Erwin, api merembet sangat cepat ke sejumlah ruangan. Namun berhasil dipadamkan unit pemadam kebakaran Malteng. "Sudah dipadamkan apinya," ujar Erwin.
Dikatakan Kabid Humas, AKBP Johanis Huwae, saat ini aparat kepolisian sudah berhasil mengendalikan situasi dan pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Kita belum tahu motif dibalik terbakarnya bekas kantor bupati itu," ujarnya.
Direncanakan, dalam waktu dekat, KPUD Maluku akan menetapkan hasil perolehan suara pilkada putaran kedua yang diikuti pasangan Tuasikal Abua-Marlatu Leleury (TULUS) dan Jusuf Latuconsina-Liliany Aritonang (INA AMA). Kebakaran tersebut diduga ulah sekelompok orang yang ingin mengacaukan situasi di Maluku Tengah.
Sebelumnya, masyarakat dibuat bingung dengan hasil quick count KCI (Konsultan Citra Indonesia) yang memenangkan pasangan (Jusuf Latuconsina-Liliane Aitonang) INA-AMA dengan angka 50,13 persen dibandingkan pasangan Tuasikal Abua-Leleury (TULUS) yang hanya memperoleh 49,87 persen. Sedangkan menurut lembaga survey Index, menempatkan pasangan Tuasikal Abua-Marlatu Leleury (TULUS) memperoleh suara 51,54 persen yang sekaligus sebagai pemenang dan pasangan Yusuf Latuconsina-Liliane Aitonang (INA AMA) memperoleh suara 48,46 persen.
(han/try)











































