Kronologi Proyek Hambalang dari Tahun ke Tahun

- detikNews
Rabu, 30 Mei 2012 11:15 WIB
Jakarta - Proyek Hambalang dimulai sekitar tahun 2003. Proyek yang dikabarkan ada dugaan korupsi seperti 'nyanyian' M Nazaruddin ini ditargetkan selesai akhir tahun 2012 ini.

Berikut kronologi pembangunan proyek Hambalang dari tahun ke tahun seperti yang disampaikan Sesmenpora Yuni Mumpuni di kantor Kemenpora, Jl Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Rabu (30/5/2012). Yuni mengatakan itu sebelum mengajak wartawan ke Hambalang.

Tahun 2003-2004

Pada tahun itu, masih di Direktorat Jenderal (Ditjen) Olahraga Depdikbud. Proyek ini digelontorkan pada tahun itu sesuai dengan kebutuhan akan pusat pendidikan dan pelatihan olahraga yang bertaraf internasional. Selain itu untuk menambah fasilitas olahraga selain Ragunan.

Pada tahun itu direkomendasikan 3 wilayah yaitu Hambalang Bogor, Desa Karang Pawitan, dan Cariuk Bogor. Akhirnya yang dipilih Hambalang.

Tahun 2004

Dilakukan pembayaran para penggarap lahan di lokasi tersebut dan sudah dibangun masjid, asrama, lapangan sepakbola dan pagar.

Tahun 2004-2009

Proyek di Ditjen Olahraga Kemendikbud dipindahkan di Kemenpora. Lalu dilaksanakan pengurusan sertifikat tanah Hambalang tapi tidak selesai.

Tahun 2005

Datang studi geologi oleh konsultan pekerjaan di lokasi Hambalang.

Tahun 2006

Dianggarkan pembuatan maket dan masterplan. Dari rencana awalnya pusat peningkatan olahraga nasional, menjadi pusat untuk atlet nasional dan atlet elite.

Tahun 2007

Diusulkan perubahan nama dari Pusat Pendidikan Pelatihan Olahraga Nasional menjadi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional.

Tahun 2009

Diajukan anggaran pembangunan dan mendapat alokasi sebesar Rp 1,25 miliar.

Tahun 2010

Pada 20 Januari diterbitkan sertifikat hak pakai nomor 60 atas nama Kemenpora dengan luas tanah 312.448 m2. Lalu pada 30 Desember 2010 keluar izin pendirian bangunan.

Lalu pada 2010 juga ada perubahan lagi yakni penambahan fasilitas sarana dan prasarana antara lain bangunan sport sains, asrama atlet senior, lapangan menembak, ekstrem sport, panggung terbuka dan volley pasir dengan dibutuhkan anggaran Rp 1,75 triliun.

Lalu sejak 2009-2010 sudah dikeluarkan anggaran total Rp 675 miliar. Lalu 6 Desember 2010 keluar surat kontrak tahun jamak dari Kemenkeu untuk pembangunan proyek sebesar Rp 1,75 triliun.

Tahun 2012

31 Desember 2012 pekerjaan direncanakan selesai. Lalu penerimaan siswa baru 2013-2014.

Sebelumnya, KPK sudah memeriksa sejumlah saksi terkait penyelidikan Hambalang, mulai dari petinggi PD Ignatius Mulyono, Kepala BPN Joyo Winoto, istri Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila, M Nazaruddin, dan juga Menpora Andi Mallarangeng.

(nik/nwk)