Soal Capres, Kader PDIP Dijamin Akan 'TNI'

Soal Capres, Kader PDIP Dijamin Akan 'TNI'

- detikNews
Rabu, 30 Mei 2012 11:10 WIB
Soal Capres, Kader PDIP Dijamin Akan TNI
Jakarta - PDIP belum memutuskan capres yang bakal bertarung di Pilpres 2014. Siapa pun capres terpilih kelak, seluruh kader PDIP dijamin akan Taat Nurut Instruksi alias TNI terhadap keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Apa pun berbagai saran masukan oleh partai khususnya, Ibu Mega akan diperhatikan saksama sebagai masukan sebelum mengambil sebuah keputusan. PDIP tidak menutup diri dari berbagai saran pertimbangan baik dari internal maupun eksternal dan saya jamin seluruh kader partai akan TNI atau Taat Nurut Instruksi apa pun keputusan pimpinan partainya," kata Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Rabu (30/5/2012).

Tjahjo menghormati dengan maraknya pemunculan capres dari masing-masing parpol meskipun Pilpres masih 2 tahun lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sah-sah saja menurut saya, termasuk munculnya para tokoh masyarakat yang dimunculkan sebagai figur alternatif, harus kita hargai. Inilah demokrasi kita yang harus kita hormati. Apapun UU menegaskan, calon pimpinan bangsa melalui proses seleksi, rekrutmen dari partai politik semakin banyak figur yang dimunculkan tentunya akan menjadi bagian dari proses," papar anggota Komisi I DPR ini.

"Kita harus hargai juga kalau ada parpol yang sudah menetapkan. Apapun proses seleksi kepemimpinan nasional melalui sebuah proses tidak instan," lanjutnya.

Menurut dia, PDIP sesuai dengan keputusan Kongres III dan Rakernas I tahun 2011, memutuskan untuk menyerahkan pencalonan presiden dan wapres yang diusung pada Pemilu 2014 kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Yang tentunya Beliau pasti mendengar berbagai masukan dari internal partai maupun eksternal masyarakat luas dan mencermati hasil survei serta gelagat perkembangan dinamika yang berkembang begitu cepatnya. Ini semata agar seluruh jajaran terjaga soliditasnya, bekerja keras untuk rakyat dan PDIP menghindari polemik capres dan cawapres yang berpotensi memecah belah internal partai," paparnya.

(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads