LSF Minta Maaf 'Buruan Cium Gue' Bikin Suhu Masyarakat Memanas
Rabu, 18 Agu 2004 11:10 WIB
Jakarta - Lembaga Sensor Film (LSF) menyambut baik kedatangan para ulama lintas agama dan tokoh masyarakat ke kantor LSF, Jl.MT Haryono, Jakarta, Rabu (18/8/2004) membahas pornografi dalam sinetron dan film Indonesia. LSF juga minta maaf karena film "Buruan Cium Gue" (BCG) membuat suhu masyarakat memanas. Bagi LSF, pertemuan semacam ini sangat penting yang menandakan adanya daya saring dari masyarakat. Hal itu dikatakan Ketua LSF, Titie Said, kepada wartawan, saat ditemui di lantai 7 Gedung LSF, sebelum menerima rombongan Aa Gym dkk."Saya sangat happy, sangat bahagia terhadap kedatangan para ulama tersebut. Karena apabila para ulama menyempatkan diri datang ke LSF, berarti ada sesuatu yang ingin disampaikan yang sangat penting kepada LSF. Hal ini menujukkan peran ulama yang ikut turun dalam kegiatan sosial di masyarakat," paparnya.Titie sangat menghargai peran ulama tersebut. "Ini menunjukkan ada reaksi masyarakat. Berarti masyarakat sudah punya daya saing terhadap perkembangan baru yng terjadi," sambungnya.Titie mengakui, film BCG, sudah lulus sensor. Bila ada keberatan dari ulama dan tokoh masyarakat, dia sangat membuka hati untuk membicarakan hal tersebut."Film itu sudah lulus sensor, tapi kita membuka diri untuk membicarakannya lagi," jelas Titie.Sementara saat membuka pertemuan LSF dengan Aa Gym dkk, Titie Said minta maaf karena gara-gara film Buruan Cium Gue, suhu di masyarakat memanas. "Sampai para begawan turun gubung, itu berarti ada masalah yang mengguncang dunia, yang menunjukkan kepedulian tokoh agama, ulama, dan masarakat, terhadap perkembangan film di Indoensia, khususnya film nasional. Kami siap menerim masukan," ungkapnya."Kami mohon maaaf, gara-gara film BCG suhu di masyarakat menjadi panas dan memaksa Bapak-bapak dan Ibu-ibu turun gunung sampai ke sini," demikian Titie.
(nrl/)











































