"Itu nanti kita selidiki dulu, bisa jadi iya, bisa jadi enggak. Artinya ini kan dunia maya, bisa saja dia berpura-pura menggunakan nama tersebut dan memasang foto seseorang dan menulis maksud seperti bermaksud provokasi. Kan kita tidak tahu motifnya apa," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto.
Hal itu disampaikan Rikwanto di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (29/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejatinya, dari awal sudah ada kesepakatan bahwa suporter Persib tidak akan menonton di GBK, Senayan. Sejauh ini, imbuhnya, Polda Metro Jaya sudah memeriksa 15 saksi yang menyaksikan kejadian itu.
"Ya mereka melihat ada kerumuman, ya dianggap biasa. Tahu-tahu ada yang tergeletak," tutur Rikwanto.
Dari penuturan saksi, belum diketahui apakah yang memukuli suporter Persib itu memakai baju berwarna khusus yang dipakai suporter Persija. Namun, yang jelas selain tangan kosong, Polda menemukan ada beberapa barang bukti.
"Di situ ada con block, ada batu, pakai tangan kosong juga," jelasnya.
Seorang facebooker memasang status pada Minggu 27 Mei 2012 pukul 19.35 WIB berbunyi 'puas gebukin nak viking di dalem gbk....hahaha'. Status ini diberi 'like' oleh 4 orang dan sudah dibagikan 108 kali yang mayoritas bernada mencaci aksi itu.
(nwk/nrl)











































