Jika Tiada Jaminan Keamanan, Proyek Hambalang Harus Dihentikan

Jika Tiada Jaminan Keamanan, Proyek Hambalang Harus Dihentikan

jurnalparlemen.com - detikNews
Selasa, 29 Mei 2012 13:21 WIB
Jakarta -

Β 

Amblesnya gedung di proyek Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat, tidak mengagetkan sebagian anggota Komisi X. Sebab, saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu, anggota Dewan sudah melihat tanda-tanda bermasalah.

"Kita sudah lihat kondisi di lapangan. Bangunannya memang mengkhawatirkan karena berada di lokasi yang tinggi sekali," ujar Anggota Panja Hambalang Komisi X dari F-PG Zulfadhli, Selasa (29/5).
;
Zulfadhli akan meminta jaminan kepada konsultan dan pelaksana bahwa bila akan dilanjutkan, harus aman. "Kalau tidak bisa (menjamin keamanan bangunan), kita rekomendasikan untuk dihentikan," katanya. ;

Dalam kunjungan ke lapangan, anggota Panja Hambalang memang sudah mengkhawatirkan kondisi sekitar. Selain berada di kemiringan 45 derajat, kawasan Hambalang juga banyak petir. Beberapa anggota Dewan bahkan menyebut Hambalang bisa jadi sebagai kompleks olahraga tertinggi di dunia, berada di ketinggian 1.000 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djamal Aziz dari Fraksi Partai Hanura bahkan menyebut proyek Hambalang lebih cocok untuk kasino atau tempat hiburan. Dedi Gumelar bahkan memperkirakan, saat peserta jalan dari asrama ke tempat latihan saja, peserta sudah bakal kecapaian karena letaknya sangat berjauhan. ; ; ;

Seperti diketahui, tanah di proyek pembangunan kompleks olahraga Hambalang, Bogor, Jawa Barat, ambles di tiga titik, yaitu fondasi bangunan lapangan badminton, bangunan gardu listrik, dan jalan nomor 13. Letak ketiga titik ini, berdekatan.

Panja Hambalang Bekerja Lagi

Sementara, anggota Komisi X dari F-PKS Rohmani menyatakan,"Menpora Andi Mallarangeng tidak perlu dipanggil khusus soal Hambalang. Paling-paling dipanggil untuk agenda lain, dan di sana kita bisa tanyakan soal proyek Hambalang." ;

Menurut Rohmani, Selasa (29/5), persoalan ini bisa diperdalam di Panja Hambalang yang sudah dibentuk Komisi X. Sebab, ketika Kemenpora mengajukan anggaran multiyears untuk proyek ini pada 2011 sebesar Rp 1,2 triliun, Komisi X mengaku kaget. Sebab, sebelumnya Kemenpora hanya mengajukan anggaran Rp 400 miliar.

Semenjak itu, Komisi X langsung meninjau ke lapangan, dan besoknya langsung terbentuk Panja ; Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang. Namun, Panja belum pernah mengadakan rapat lagi dan juga mengundang Andi Mallarangeng dengan alasan sedang fokus pada legislasi untuk menyelesaikan RUU. "Panja akan segera bekerja lagi," kata Rohmani.

Namun, tugas Panja sebenarnya hanya melakukan evaluasi dan mengingatkan. Sebab pelaksanaan pembangunan proyek bukan prosedur Komisi X. Tapi Rohmani menyatakan bahwa dari sisi letak, Kompleks Olahraga Hambalang memang bermasalah. "Terlalu jauh dan tinggi. Seharusnya kan sedekat mungkin dengan tempat di mana pertandingan sering diadakan," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan, terkait amblesnya bangunan di Hambalang, dirinya menyerahkan investigasi kepada pihak yang ahli. "Ya kita serahkan pada ahlinya saja. Jadi kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apakah memang persoalan konstruksi atau memang situasi daerah yang memang rawan gempa dan longsor yang tidak layak dibangun sarana olahraga," kata Marzuki.

(nwk/nwk)


Berita Terkait