Daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pilkada DKI Jakarta batal ditetapkan KPUD sebagai daftar pemilih tetap (DPT) karena oleh peserta pilkada dinilai masih bermasalah. Kubu pasangan Jokowi-Ahok menyatakan akan tetap bertarung dalam pilkada dengan catatan DPT beres.
"Kita hanya mau main beres dalam arena yang beres, bukan dalam pilkada yang tidak beres," ujar jubir pasangan Jokowi-Ahok, M Taufik, kepada detikcom, Selasa (29/5/2012).
Taufik menilai hingga saat ini DPS yang dikeluarkan KPU DKI masih belum beres, terbukti dengan adanya sekitar 1,4 juta nama calon pemilih yang bermasalah. Taufik mengatakan pihaknya akan terus mendesak agar KPU DKI Jakarta membereskan carut-marut dalam DPS sebelum ditetapkan sebagai DPT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya sesingkat-singkatnya. Kalau masih belum beres, ya diskusi lagi. Kita bagaimana akan menandatangani kalau DPS-nya masih belum beres," cetus Taufik.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan pihaknya menempuh langkah-langkah untuk terus mendesak pengungkapan 1,4 juta pemilih bermasalah yang ada dalam DPS. Bahkan walikota Solo ini menyatakan tidak bersedia datang dalam penandatanganan DPT di KPUD DKI Jakarta jika DPS tersebut masih belum beres.
"Pokoknya dikejar terus. Kita cari satu suara saja dari subuh hingga subuh lagi susahnya setengah mati lho, kok itu ada 1,4 juta pemilih meragukan masak dibiarin. Semua harus bersaing secara sehat. Jangan ada yang diuntungkan oleh apapun," ujar Jokowi.
Sementara KPU DKI Jakarta menyatakan paling telat tanggal 2 Juni 2012 DPT sudah rampung dan dapat ditetapkan.
"Tanggal 1 dan 2 Juni sudah ditetapkan sebagai DPT, setelah itu sudah tidak bisa diganggu gugat lagi. Kita jalan terus, kita tidak mau tersandera oleh hal-hal seperti itu (pengaduan daftar pemilih)," ujar Ketua Pokja Pendataan Pemilih KPU DKI, Aminullah, Senin (28/5).
(rmd/nrl)










































