Belajar dari Kasus di Yaman, Polri Harus Waspadai Teroris Berseragam

Belajar dari Kasus di Yaman, Polri Harus Waspadai Teroris Berseragam

Andri Haryanto - detikNews
Selasa, 29 Mei 2012 11:57 WIB
Belajar dari Kasus di Yaman, Polri Harus Waspadai Teroris Berseragam
Jakarta - Insiden bom bunuh diri di tengah latihan parade militer di Yaman, menunjukkan bahwa pelaku aksi terorisme bisa menyusup ke mana saja dan menyamar sebagai apa saja. Berkaca dari peristiwa yang melukai 300-an militer dan menewaskan 90-an tentara Yaman, jajaran Polri harus mewaspadai kemungkinan adanya teroris berseragam.

"Peristiwa ini membawa pesan, bahwa terorisme dan radikalisme bisa terjadi di mana," kata Kapolri, Jenderal Pol Timur Pradopo dalam pelantikan Brigjen Pol Sabar Rahardjo sebagai Kapolda Yogyakarta di Ruang Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Selasa (29/5/2012).

Di dalam aksi bom bunuh diri itu, pengebom yang mengenakan seragam militer meledakkan bomnya di antara para tentara Yaman yang tengah berlatih untuk parade militer. Parade militer tersebut akan dilakukan untuk memperingati 22 tahun unifikasi Yaman Selatan dan Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polri sebagai institusi pemerintah, lanjut Timur, diharapkan dapat menjaga ketertiban di masyarakat, terutama dalam menangkal tindak terorisme.

Konflik Sosial di Yogyakarta

Secara khusus Kapolri mengamanatkan kepada Kapolda DIY yang baru untuk segera mengambil langkah kongkrit dalam mengatasai permasalahan sosial di wilayah hukum Polda DIY. Kasus konflik horizontal dan peredaran narkoba dinilai masih tinggi di wilayah tersebut.

"Kota Yogya menjadi kota wisata dan pendidikan dan ini dimungkinkan menjadi faktor pemicu konflik sosial. Pejabat baru harus segera mengambil langkah kongkri," jelas Timur.

Brigjen Pol Sabar Rahardjo menggantikan Kapolda DIY sebelumnya Brigjen Pol Tjuk Basuki yang kini memasuki masa pensiun. Sebelumnya, Sabar menempati posisi Waka Polda Jawa Tengah.

(ahy/lh)


Berita Terkait