Pengubahan arus lalu lintas di perempatan Kuningan sejak 28 Mei, memicu kemacetan panjang di jalan-jalan yang terkoneksi dengan jalur utama itu. Imbas itu antara lain terpantau di Cilitan-Kalibata dan Pasar Minggu-Kalibata di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
"Di Kalibata macet sekitar 3 km," kata Aiptu Kasno, petugas NTMC Polda Metro Jaya, pukul 09.15 WIB, Selasa (29/5/2012).
Pengubahan arus di simpang Kuningan ini berlaku sejak pukul 06.00-10.00 WIB. "Kendaraan dari Semanggi arah Cawang harus lewat flyover. Sementara dari Gatot Subroto ke arah Tendean harus ke kiri lalu putar balik, baru bisa ambil arah Tendean," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pengamatan detikcom, kemacetan dari Kalibata mulai terlihat begitu turun dari flyover di depan Kalibata City. Butuh waktu 30 menit bagi kendaraan roda empat untuk menembus perempatan Kalibata. Angkutan umum nekat melewati trotoar di depan TMP Kalibata, berebutan bersama pemotor yang selama ini biasa menguasai jalur untuk pejalan kaki itu.
Mereka yang belok kanan setelah lampu mengarah ke Pancoran juga harus ekstrasabar karena kendaraan menumpuk padat. Polisi tidak bisa berbuat banyak karena tingginya volume kendaraan.
Mereka yang dari lampu merah belok kiri, hendak ke arah Warung Jati lewat jalan kecil seperti Jl Kalibata Tengah maupun Jl H Samali, juga harus menunggu cukup lama. Polisi bahkan menyuruh pengendara tidak melewati Jl Kalibata Tengah karena lamanya antrean kendaraan.
(nrl/nrl)











































