Saat ini, tidak ada satupun berkas korupsi dari KPK yang masuk ke Pengadilan ini, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Perkara korupsi terakhir yang disidangkan adalah berkas Nunun Nurbaetie.
Nunun divonis 2 tahun 6 bulan penjara pada 9 Mei lalu. Setelah Nunun, praktis tidak ada lagi berkas korupsi dari KPK yang ditangani oleh pengadilan ini. Dua kasus korupsi sebelum Nunun adalah berkas M Nazaruddin dan milik artis lawas, Herman Felani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus-kasus korupsi menarik yang dilakoni oleh pejabat-pejabat penting, hilir mudik di pengadilan ini. Bahkan tidak jarang, sidang berlangsung hingga larut malam.
Pengadilan ini sebenarnya bukan berarti benar-benar sepi dari sidang. Masih ada kasus-kasus dari kejaksaan yang diadili. Namun jumlahnya tidak banyak.
Salah seorang pegawai pengadilan, Amin, menjelaskan, sidang paling ramai hanya terjadi Selasa atau Kamis. Namun daya tarik berkas dari kejaksaan memang terkadang kalah dari KPK.
KPK sendiri membantah jika kondisi ini menggambarkan mandeknya proses penyidikan. Juru Bicara KPK, Johan Budi menerangkan, sedikitnya kasus korupsi yang disidangkan di pengadilan Jakarta merupakan dampak dari diberlakukannya UU Pengadilan Tipikor.
"Kita juga menuntut di pengadilan daerah kok, ada di Riau dan Medan," terang Johan kepada detikcom, Senin (28/5/2012).
Namun Johan memastikan, tidak lama lagi, berkas Wa Ode Nurhayati akan masuk ke pengadilan. Setidaknya, pengadilan ini tidak lagi sepi.
(mok/nwk)











































