Surat tertanggal 18 Mei 2012 ini diteken oleh Dubes Rusia untuk Indonesia, Alexander A Ivanov. Seperti yang diperoleh detikcom, Senin (28/5/2012).
Berikut poin penting dalam surat tersebut:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedutaan Rusia juga mempermasalahkan pernyataan Marwan bahwa terkait proses pengungkapan data Blackbox pesawat Sukhoi Superjet 100, Rusia hanya menunggu investigasi. Menurutnya, telah ada kesepakatan kerjasama antara Presiden Rusia Putin dengan Presiden SBY terkait penanganan musibah Sukhoi yang melibatkan tim SAR rusia, tim ahli forensik dan tim lain yang diabaikan Marwan.
Kedutaan Rusian kemudian meminta Komisi V DPR tidak memberikan penjelasan yang keliru lagi terkait persoalan yang merendahkan industri penerbangan Rusia dan kerjasama Rusia dalam penanganan musibah Sukhoi.
Kedubes Rusia menegaskan bahwa kerjasama Rusia-Indonesia dalam penanganan musibah Sukhoi masih berlanjut. Pimpinan Komisi V diminta mengingatkan agar masalah yang sama tak terulang lagi.
(van/mok)
