Kedubes Rusia untuk Indonesia mengirim surat protes ke Komisi V DPR. Mereka memprotes penilaian anggota Komisi V yang memandang Sukhoi tak berpengalaman di pesawat komersial.
"Kedubes Rusia bikin surat ke komisi V, protes pernyataan saya tanggal 16 Mei bahwa dia intinya tidak pengalaman buat pesawat komersial," kata anggota Komisi V DPR, Marwan Jafar, kepada detikcom di ruang rapat Komisi V DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/5/2012).
Surat dengan logo Rusia ini ditujukan kepada Ketua Komisi V DPR, Yasti Soepredjo Mukoagow. Surat dengan nomor 643 ini dibuat dua halaman dengan tanda tangan Dubes Rusia untuk Indonesia, Alexander A. Ivanov, dikirim tanggal 18 Mei 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang dipermasalahkan karena Marwan dipandang merendahkan pabrik pesawat asal Rusia, Sukhoi. Rusia lewat surat tersebut meminta klarifikasi Marwan.
"Saya pernah ngomong, dia pernah buat pesawat komersial, tapi kurang laku. Garuda saja nolak, karena maintenance-nya mahal dan SDM untuk merawat dan mengoperasikan itu juga mahal," katanya.
Hingga saat ini Komisi V belum memberikan jawaban. Marwan juga belum memikirkan akan mengklarifikasi atau tidak.
(van/mok)










































