"Lalu lintas dari Pancoran ke Kuningan menunjukkan perubahan arus lalu lintas yang signifikan, banyak kendaraan yang 'tertarik'," kata Wadir Lantas Polda Metro Jaya, AKBP Wahyono, kepada detikcom, Senin (28/5/2012).
Wahyono mengatakan, selain arus dari Pancoran-Kuningan, arus dari Mampang arah Kuningan yang biasanya macet juga mulai terurai. "Dari Mampang ke Kuningan juga banyak yang 'tertarik'," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hambatan pertama terjadi di depan Kedutaan Besar Hongaria di Kuningan. Kendaraan terhambat di kawasan ini karena adanya perputaran balik di sekitar kedutaan ini. "Hal ini yang membuat kendaraan terhambat," katanya.
Hal lain yang menghambat arus lalin dari Mampang ke Kuningan adalah adanya pemisahan jalur lambat dan jalur cepat di dekat halte bus di kawasan itu. Rencananya nanti malam petugas akan membongkar pemisah jalur ini.
"Rencananya 150 meter akan kita bongkar nanti malam," katanya.
Pengalihan arus dilakukan di simpang Kuningan dari arah Semanggi menuju Pancoran mulai hari ini selama seminggu. Kendaraan yang akan mengarah Pancoran harus melewati jembatan layang (fly over) Kuningan. Sedangkan yang lewat bawah (di bawah fly over) hanya bisa boleh mengarah Mampang, dan Kuningan (Jl HR Rasuna Said).
Sementara bagi pengendara yang keluar dari arah Jalan Denpasar atau samping Balai Kartini, kendaraan harus belok kanan dan mengambil arah kiri di lampu lalu lintas Mampang.
Selain itu arus lalu lintas dari Tendean (Gedung Trans TV) tidak boleh memutar balik ke arah Jl Gatot Subroto, ruas Kuningan. Dengan demikian kendaraan dari Tendean yang ingin memutar arah ke Kuningan harus memutar di Jalan Warung Buncit.
Pengubahan ini diharapkan mengurangi kepadatan di Mampang-Kuningan dan Pancoran-Kuningan-Semanggi sebanyak 70 persen pada jam berangkat kantor.
(nal/nrl)











































