"3 in 1 memang mengatasi kemacetan di titik di mana kebijakan itu diberlakukan. Namun dalam waktu bersamaan memunculkan kemacetan baru," ujar Dharmaningtyas dalam konferensi pers survei Indo Barometer soal banjir, macet, dan masalah Jakarta lainnya di Restoran Warung Daun Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (27/5/2012).
Karena itu Dharmaningtyas lebih memilih pembatasan jumlah kendaraan pribadi sebagai solusi mengatasi kemacetan di Ibukota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"73,6 Persen publik Jakarta menyatakan bahwa ruang terbuka hijau di Jakarta masih sedikit," ujar Direktur Riset Indo Barometer, M Yusuf Kosim.
Sementara itu 22,7 persen publik Jakarta menyatakan ruang publik terbuka hijau di Jakarta luasnya kurang dari 5 persen dari total luas wilayah. 21,6 Persen responden menyatakan ruang terbuka hijau antara 5 persen-10 persen dari total luas wilayah. Sedangkan 26,6 persen mengatakan tidak tahu.
Dari survei diketahui ruang terbuka hijau yang ideal menurut publik sebagai berikut:
21,6 Persen responden menyatakan ruang terbuka hijau yang ideal 26 persen-30 persen
17,7 Persen menyatakan ruang terbuka hijau yang ideal 16 persen-20 persen
15 Persen menyatakan ruang terbuka hijau yang ideal lebih dari 30 persen
10,9 Persen menyatakan ruang terbuka hijau yang ideal 16 persn-20 persen
9,5 Persen menyatakan ruang terbuka hijau yang ideal 11 persen-15 persen
2,3 Persen menyatakan ruang terbuka hijau yang ideal 5 persen-10 persen
23 Persen menyatakan tidak tahu berapa persen ruang terbuka hijau yang ideal di Jakarta.
Menurut Yayat Supriyatna yang merupakan ahli tata kota, untuk mengejar tata ruang terbuka hijau sebesar 30 persen di Jakarta cukup sulit. "Perencanaan tahun 2000-2010 yang 13 persen saja susah. Sementara untuk menambah 1 persen dibutuhkan 640 Ha," ucapnya.
Menurut dia, perpajakan juga harus diperhatikan kala membuka tata ruang terbuka hijau. "Perpajakan harus diperhatikan, PBB. Di Condet dulu kan tempat orang menanam salak, tapi karena pajaknya mahal ya lebih baik dikontrakkan," imbuh Yayat.
Pengumpulan data dilakukan Indo Barometer pada 15-20 Mei 2012 di seluruh DKI Jakarta. Survei dilakukan kepada 440 responden. Margin of error adalah plus minus 4,8 persen. Tingkat kepercayaan survei adalah 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka dengan mengunakan kuisioner.
(nvt/van)











































