"Sebenarnya banyak yang mengatakan bahwa perempuan lebih tangguh daripada laki-laki. Tidak bermaksud sombong. Tapi perempuan memang lebih ulet dan fleksibel. Sehingga memang diperlukan keterlibatan perempuan dalam proses pembuatan kebijakan. Sehingga kebijakan yg dihasilkan mrpkn kebijakan yang pro terhadap keadilan gender," ujar Ani.
Hal itu disampaikan Ibu Negara saat memberikan sambutan harlah ke-62 Fatayat NU di Gedung Smesco, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (27/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melakukan tes pap smear minimal setahun sekali. Memang tidak nyaman tapi ini penting. Dengan sehat kita sebagai perempuan bisa memberdayakan diri sendiri dan keluarga," terangnya.
Dalam rangka memperingati harlah ke-62 tahun ini Fatayat NU juga menyelenggarakan kegiatan kesehatan seperti pelayanan kesehatan berupa operasi katarak gratis kepada 600 orang, khitanan massal bagi 500 anak kurang mampu, dan pemeriksan pap smear kepada 1.500 perempuan.
Acara ini dihadiri pula oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Mendteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faizal, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, Ketua Umum Fatayat NU Ida Fauziah, dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj.
(/van)










































