Bendera 40x60 M Dikibarkan dalam HUT RI di Semarang

Bendera 40x60 M Dikibarkan dalam HUT RI di Semarang

- detikNews
Selasa, 17 Agu 2004 12:48 WIB
Semarang - Demi membangun rasa cinta dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sejumlah organisasi mengibarkan bendera Merah Putih raksasa usai upacara HUT RI di Kawasan Simpang Lima Semarang, Selasa (17/8/2004). Karena ukuran bendera terhitung sangat besar, pembentangannya melibatkan 300 orang selama 30 menit.Aksi pembentangan bendera yang berukuran 40 meter kali 60 meter itu dilakukan dengan susah payah. Angin yang cukup besar terus menghambat pembentangannya. Dibutuhkan waktu 10 menit untuk membentangkannya secara utuh. Dan, ketika sudah terbentang, dibutuhkan kekuatan tersendiri untuk menahan gempuran angin itu.Semua peserta upacara sudah meninggalkan lokasi ketika aksi pembentangan bendera raksasa dilakukan. Tinggal beberapa wartawan dan masyarakat sekitar yang jumlah tak sampai puluhan orang. Sehingga, suasananya tak begitu meriah.Kegiatan itu diinisiasi oleh Kokpit Semarang (Komite Nasional Korban Politik Timtim), Kapas Yogyakarta (Karya Abadi Persatuan Anak Bangsa), PWI Jateng, dan Harian Suara Merdeka. Sedangkan, kelompok "pembantu" di antaranya dari kalangan Menwa, Satpam, Pramuka, dan LSM.Salah satu pengurus Kokpit, Suyadi, mengatakan bendera itu sudah pernah dikibarkan di Yogya. Tepatnya pada tanggal 28 Oktober 2001. "Jateng menjadi provinsi kedua tempat pembentangannya. Nah pada momen inilah hal itu terlaksana. Untuk provinsi selanjutnya masih dipikirkan," katanya kepada detikcom di sela-sela aksi pembentangan bendera.Bendera produksi PT. Sritex Solo itu, lanjutnya, tiba di Semarang pada tanggal 15 Agustus 2004. Sebelumnya, ia disimpan di Yogyakarta. Sebelum dibawa ke lokasi upacara, bendera diinapkan di Kantor Harian Suara Merdeka, Jl. Kaligawe Semarang. Kemudian, 17 Agustus baru dibawa ke upacara HUT RI.Sementara upacara HUT RI di Jateng berlangsung khidmat. Gubernur Jateng Mardiyanto bertindak sebagai Inspektur Upacara dan Ketua DPRD Jateng Mardijo sebagai Irup pendamping. Sedangkan Letkol Eko Supriyadi didaulat sebagai komandan upacara.Sekitar 250 anggota TNI dan Polri ikut serta dalam upacara itu. Hadir pula seluruh jajaran Muspida Jateng, organisasi pemuda, dan keagamaan. Sejak pukul 07.00 WIB Kawasan Simpang Lima ditutup. Baru dibuka pada pukul 11.00 WIB.Dalam pidatonya, Mardiyanto menyatakan pentingnya memepringati HUT RI sebagai upaya pembangunan mental dan rasa nasionalisme. Dia juga menekankan penyuksesan momen pemilu 2004.Upacara berakhir pada pukul 10.30 WIB. Untuk upacara penurunan bendera akan dilakukan sore nanti. Selama itu, empat orang prajurit TNI-AD menjaga bendera. Mereka berdiri tegap di bawah tiangnya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads