PDIP dan Partai Golkar Bali Janji Lupakan Dendam Politik
Selasa, 17 Agu 2004 12:20 WIB
Denpasar - Setelah Partai Golkar memutuskan mendukung duet Megawati-Hasyim pada putaran kedua Pilpres, PDIP dan Partai Golkar di Bali berjanji akan melupakan dendam politik di masa lalu.Keyakinan tersebut disampaikan Ketua DPD PDIP Bali Ida Bagus Putu Wesawa dan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Bali IGK Adi Putra usai upacara peringatan HUT ke-59 RI di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Jalan Puputan Raya Renon, Denpasar, Selasa (17/8/2004)."Ada hambatan dendam politik di masa lalu. Kalau mau menegakkan demokrasi, dalam berpolitik tidak ada dendam politik dan dendam politik itu tidak perlu dilanjutkan," kata Wesnawa.Dendam politik antara PDIP dan Partai Golkar telah meletus sejak peristiwa G30S/PKI dan tahun 1971. Dan paling anyar, tewasnya dua kader Golkar di Desa Petandakan, Buleleng, Bali oleh massa PDIP pada akhir Oktober 2003.Wesnawa mengatakan akan berusaha keras untuk menyadarkan para kadernya untuk melupakan dendam politik dengan Partai Golkar. "Kalau di masyarakat akan kita sadarkan agar jangan seperti itu," katanya.Sementara itu, Adi Putra mengakui menemui kendala dalam menyatukan kader PDIP dan Partai Golkar di Bali. "Berat memang, tetapi kita harus melakukan pendekatan serius. Kita sudah mengadakan pertemuan dengan Pengurus Desa Partai Golkar. Kita berikan pertimbangan dan mereka sudah mengerti," katanya."Jadi tidak ada dendam lagi. Rumah saya saja pernah dilempari tetapi saya tidak dendam," demikian Adi Putra.
(nrl/)











































