HUT RI di Aceh
7 Sipil Luka Kena Granat
Selasa, 17 Agu 2004 11:46 WIB
Banda Aceh - Tujuh warga sipil menjadi korban pelemparan granat ketika mereka sedang menonton perayaan HUT ke-59 RI di Kec.Tanah Jambo Aye, Panton Labu, Aceh Utara.Meski hanya luka ringan karena kena serpihan granat, tapi korban sempat dirawat di Puskesmas Jambo Aye. Mereka adalah Ilyas (22), M.Yusuf (30), Tarmizi (30), Ita (20), Ibrahim (22), M.Saputra (5), dan Cut Eva Wandi (26). Ketujuh orang ini umumnya kena serpihan di bagian lengan dan kaki. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, Senin (16/8/2004).Hal ini dikatakan Penguasa Darurat Sipil Daerah (PDSD) Irjen Bahrumsyah Kasman usai perayaan HUT ke-59 RI di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Selasa (17/8/2004).Selain itu juga ada pelemparan Granade Launcher Machine (GLM) ke Markas Polrs Aceh Utara, sekitar 23.30 WIB. "Tapi tidak ada korban, GLM jatuh di jalanan, depan Polres," kata Bahrumsyah. Sebuah Polsek di Kab.Nagan Raya juga ditembaki. Untunglah juga tidak ada korban. "Meski demikian, situasi keamanan di seluruh Banda Aceh relatif aman," tegas Bahrum.Hal senada diungkapkan Pangdam Iskandar Muda Mayjen Endang Suwarya di tempat yang sama. Dijelaskan, dari 281 titik rawan di Aceh, hanya 3 titik yang mengalami gangguan. "Secara umum bisa dikatakan aman," katanya.Untuk peringatan HUT RI ini, TNI/Polri all out. Polri mengerahkan 8.000 personel dan TNI sekitar 30 ribuan personel.Sementara, peringatan di Blang Padang yang menjadi pusat HUT RI di Banda Aceh, terkesan biasa-biasa saja dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu, meski hujan deras, atraksi tarian massal dan marching band digelar. Tapi tahun ini tidak ada perayaan sama sekali.Bahkan ratusan anak SD yang ikut upacara bendera langsung bubar begitu bendera dinaikkan. Aparat yang memanggili anak-anak itu agar kembali karena upacara belum berakhir, tidak digubris. Bisa jadi para bocah itu tidak kuat disengat mentari yang terik.
(nrl/)











































