Tidak Ada Upacara 17 Agustus di Pesantren Ngruki
Selasa, 17 Agu 2004 10:33 WIB
Solo - Peringatan kemerdekaan selalu dilengkapi dengan upacara bendera, baik di instansi negara maupun swasta. Namun tidak demikian bagi Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Solo. Di pesantren Ba'asyir tersebut tidak ada santri yang berbaris rapi di tanah lapang, melainkan justru berkumpul di dalam masjid.Di dalam masjid mereka mendapat tausyiah atau semacam pengarahan dari ustadz pesantren. Mereka dibagi dalam tiga kelompok saat berkumpul di tiga masjid di dalam kompleks pesantren. Kelompok pertama adalah santri putra dari MA dan kelas 3 MTs berkumpul di masjid yayasan, santri putra lainnya di masjid asrama putra, dan santri putri berkumpul di masjid asrama putri.Ade Hidayat, ustadz Ngruki bidang kesantrian mengatakan, kegiatan semacam itu selalu dilakukan setiap tahun pada tanggal 17 Agustus. Menurutnya, cara itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian warga pesantren Ngruki yang merupakan bagian dari warga Indonesia dalam mengambil hikmah dan merenungkan makna kemerdekaan."Sejak dulu peringatan kemerdekaan yang kami lakukan ya seperti ini. Kami tidak pernah mengadakan upacara. Lha itu benderanya sudah berkibar sejak tadi, tanpa perlu diupacarai lagi," ujar Ade diiringi tawa lepas sambil menunjuk bendera Merah Putih yang telah berkibar penuh pada sebuah tiang bendera di depan kantor pesantren, Selasa (17/8/2004) pagi.Tepat pada pukul 07.30 WIB, seluruh santri telah berkumpul di tempat yang telah ditentukan. Di masjid asrama putra, sedianya tausyiah diberikan oleh Ustadz Taufiq Usman, sekretaris umum Yayasan Pendidikan Islam Al-Mukmin, yang juga pengajar dan lulusan pertama pesantren tersebut.Namun Taufiq terlambat datang. Sambil menunggu, Ade Hidayat lebih dulu memberi pengarahan kepada anak asuhnya. "Makna terbesar dari kemerdekaan adalah terhapusnya pengabdian manusia kepada manusia. Dengan demikian yang ada hanyalah pengabdian manusia terhadap Allah," ujar Ade.Sedangkan beberapa pesantren lain di Solo tampak menggelar upacara bendera. Di Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan dan Pesantren Ta'mirul Islam Tegalsari yang berbasis NU, upacara bendera digelar di dalam kompleks pesantren. Bahkan karena tidak ada areal yang bisa menampung seluruh santri, Pesantren Ta'mirul Islam memecah tempat upacara menjadi tiga bagian.Sedangkan upacara bendera dan peringatan detik-detik proklamasi yang diadakan oleh Pemkot Solo dipusatkan di Stadion R Maladi Sriwedari, Solo, dengan inspektur upacara Walikota Solo Slamet Suryanto. Dari pantauan detikcom, upacara bendera juga digelar di instansi-instansi negeri dan swasta, hotel, dan lain-lainnya.
(nrl/)











































