Istri Jenderal Polisi Berharap Kasus Dugaan Penganiayaan Diusut

Istri Jenderal Polisi Berharap Kasus Dugaan Penganiayaan Diusut

M Iqbal - detikNews
Jumat, 25 Mei 2012 17:58 WIB
Istri Jenderal Polisi Berharap Kasus Dugaan Penganiayaan Diusut
Jakarta -

Agnes Monita berharap kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan suaminya Brigjen Pol Yuskam Noer diusut. Dia mengaku mengadukan kasus ini ke Polri agar anak-anaknya bisa tenang. Selama ini mereka mendapat perlakukan kekerasan.

"Saya masih sayang sama dia, cuma yang saya sesalkan adalah, kalau pun dia harus berseteru dengan sya, janganlah anak dijadikan korban. Biar dia berurusan dengan saya. Kalau memang pisah, pisahlah baik-baik, jangan menggantung saya. Selama ini saya tdak dibrikan nafkah tidak masalah, saya bisa mencari nafkah Alhamdulillah," terang Agnes kepada wartawan usai melapor ke Propam Polri di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (25/5/2012).

Agnes yang menikah dengan Yuskam pada 1997, belum dicerai. Status dia digantung oleh suaminya itu. Dia pun menegaskan, anak-anaknya yang sekarang ikut bersamanya bukan dia ambil paksa, tetapi anaknya memang ikut bersama dia. Apalagi status mereka belum cerai dan belum ada keputusan soal anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan mengambil paksa, saya punya hak dong karena kita belum bercerai siapapun bisa mengambil kan, kecuali ada putusan cerai. Ada putusan hak perwalian boleh saya salah ke bapaknya atau ke saya boleh diadukan penculikan. Dan kenapa saya ambil anak saya yang ketiga, karena pemukulan dan ada hasil visum. Dan laporan di Polda pada 2005 tetapi itu tidak ada tindak lanjutnya sampai saat ini," tuturnya.

Wanita yang dahulu pernah menjadi model ini menjelaskan, kini dia memiliki usaha sendiri. Sejak 2004 sudah tidak dinafkahi lagi.

Sementara 2 anaknya yang ikut mengaku, kerap mendapat perlakuan kasar. Kalau sedikit melakukan kesalahan, selalu ada tindakan keras.

"Masalah kecil digede-gedein gitu, padahal kayak lupa matiin lampu, lupa nyimpan susu di kulkas langsung dimarahin, dipukul. Kalau aku dijambak, kalau dia (Alif 14 tahun) itu ditonjok atau nggak ditendang," jelas Batasya (12) yang ikut bersama Agnes.

Mereka juga memberikan pistol milik suaminya ke Bareskrim Polri. Pistol itu diambil anaknya Alif. "Demi Allah saya tidak memikirkan harta gono gini, saya hanya memikirkan hak perwalian anak saya," tutur Agnes lagi.

Sebelumnya Brigjen Pol Yuskam Noer membantah melakukan penganiayaan. Dia sayang pada anaknya, jadi tak mungkin menyakiti.

"Jadi semua itu bullshit. Itu mantan istri saya, dia mau ambil anak-anak dari saya. Kasihan sekarang anak-anak itu, mereka masih sekolah," jelas Yuskam Noer saat dikonfirmasi detikcom.

(ndr/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini