Budayawan Radhar Panca Dahana mengatakan saat ini muncul banyak calon pemimpin bangsa yang tidak punya kapasitas, belum punya sumbangsih dan visi membangun bangsa tetapi mampu menampilkan diri sebagai selebritis dengan pencitraan di televisi.
"Orang seperti Ical dan Prabowo bisa memakai topi caping petani, memberikan penghargaan kepada seniman Jawa seolah-olah mereka dekat dengan petani dan seniman tersebut," ujar Radhar Panca Dahana dalam Talk Show Perspektif Indonesia bertajuk 'Regenerasi dan Estafet Kepemimpinan Nasional' di Press Room DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/5).
Menurut Radhar, cara-cara berpolitik yang tidak sesuai dengan kultur bangsa dan hanya bersifat advertorial seperti ini harus ditolak. Untuk mencari calon pemimpin, yang perlu dilihat adalah prestasi seseorang yang dilandasi oleh dasar kultural moral, yaitu pertama, pemimpin itu harus jujur dan tidak berdusta pada diri, Tuhan, dan orang lain.
Banyak Calon Pemimpin Andalkan Pencitraan di Televisi
Jumat, 25 Mei 2012 16:16 WIB
Jakarta -











































