"Jadi semua itu bullshit. Itu mantan istri saya, dia mau ambil anak-anak dari saya. Kasihan sekarang anak-anak itu, mereka masih sekolah," jelas Yuskamnur saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (25/5/2012).
Yuskamnur menegaskan, selama mendidik anaknya, dia tidak pernah menggunakan kekerasan. Dia memang bersikap tegas, tapi dilandasi rasa sayang dengan humanisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia dan Agnes sudah berpisah selama 9 tahun. Mereka berpisah karena tidak memiliki kecocokan, utamanya soal gaya hidup. Yuskamnur mengaku, kalau ada tudingan dia melakukan penganiayaan dia mempersilakan saja dilakukan visum, agar semuanya terbukti.
"Itu kalau benar saya menganiaya, silakan divisum. Ini saya jadi kasihan anak-anak saya, mereka jadi tidak sekolah," terangnya.
Yuskamnur menegaskan, kedua anaknya itu pun tidak melarikan diri dari rumah. Tetapi pada 22 Mei malam, anaknya dijemput Agnes. Saat itu Yuskamnur tengah bertugas di Kalimantan.
"Tabungan dan ATM saya juga hilang, saya sudah lapor ke Polres Jaksel. Saya jelaskan, sama sekali saya tidak pernah memukul anak-anak saya. Saya sayang sama anak saya," tegasnya.
Yuskamnur juga menjelaskan soal pistol yang katanya diserahkan kedua anaknya ke Propam Polri. Yuskamnur mengaku tak pernah mengantungi pistol.
"Tidak ada itu, tidak ada pistol. Sekarang kasihan anak-anak saya, mereka tidak sekolah. Ini melanggar perlindungan anak," jelasnya Yuskamnur yang sudah 9 tahun sejak berpisah dari istrinya memutuskan tidak berumah tangga lagi karena trauma.
(ndr/nrl)











































