Gara-gara Pompa Air Macet, 2 Pejabat RS di Pekanbaru Bertengkar

Gara-gara Pompa Air Macet, 2 Pejabat RS di Pekanbaru Bertengkar

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 25 Mei 2012 14:46 WIB
Pekanbaru - Dua pejabat RSUD Petala Bumi, Pekanbaru, Riau bertengkar soal macetnya pompa air. Polisi turun tangan, karena ada yang melapor dan mengaku telah dianiaya.

Pertengkaran mulut itu terjadi antara Kabag TU RSUD, Ny Lili dengan Kepala Prasarana RSUD, Jolom Manurung. Kepala rumah sakit menugaskan Ny Lili untuk segera menghubungi Jolom agar menyegerakan perbaikan pompa air tersebut. Tapi sudah tiga hari, pekerjaan Jolom tak tuntas juga. Air tidak juga bisa mengalir ke ruangan pasien dan ruangan para medis.
 
Karena pekerjaan Jolom tak beres, kepala rumah sakit memutuskan untuk segera mengalihkan pekerjaan tersebut ke pihak lain. Rupanya pengalihan ini membuat Jolom tersinggung. Jolom merasa ini ulah Kabag TU, Ny Lili.
 
"Istri saya dimarah-marahi dan diajak berantam sama Jolom. Selaku suami saya tertentu tersinggung masak perempuan diajak berkelahi oleh laki-laki," kata suami Lili, Hendrik, yang bertugas sebagai Kabag Protokoler Pemprov Riau kepada detikcom, Jumat (25/5/2012).
 
Hendrik mengaku, dia menerima pesan singkat dari istrinya yang diajak berkelahi itu. Lantas Hendrik pun mendatangi Jolom untuk meminta klarifikasi atas kejadian terhadap istrinya.
 
"Saya datang memang bersama teman-teman saya menggunakan mobil dinas. Karena memang kemarin itu kami baru selesai acara. Saya mendatangi Jolom sendiri saja tidak membawa kawan-kawan. Selaku suami saya minta penjelasan mengapa sampai memarahi istri saya," kata Hendrik.
 
Tapi pengakuan Hendrik ini dibantah pihak Jolom Manurung. Lewat pengacaranya, Irwan Tanjung, menyebutkan, bahwa Hendrik ketika datang langsung emosi. Hendrik datang sempat menggebrak meja Jolom.
 
"Klien saya sempat diseret keluar untuk diajak berantem. Klien saya sempat dipukul. Karena itu kita melaporkan kasus pemukulan ini ke Polsek Limapulu Kota," kata Irwan Tanjung.
 
Hendrik membantah telah menganiaya Jolom. "Memang saya dilaporkan ke polisi. Sesaat setelah kejadian kemarin, kami bertemua Jolom dan pengacara di kantor polisi. Saya minta masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan saja. Tapi memang pengacara Jolom menolak perdamaian itu," ungkap.
 
Menurut Hendrik, dia datang RSUD Petala Bumi itu, semata-mata hanya ingin melindungi istrinya. "Suami mana yang tidak tersinggung kalau istrinya diajak berkelahi dengan seorang lelaki," kata Hendrik.

(cha/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini