Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo membahas tentang kumis tebal yang identik dengan dirinya. Menurut Foke, kumis itu contoh kreativitas. Ah masa iya?
Soal kumis ini disinggungnya saat memberikan sambutan dalam acara 'Pekan Produk Kreatif 2012 Daerah Provinsi DKI Jakarta dengan tema Pemberdayaan Masyarakat Melalui Industri Kreatif di Era Globalisasi' yang digelar di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (25/5/2012).
"Saya bangga dengan jumlah peserta tahun ini. Saya ingin ini dilanjutkan untuk ke depannya ajang ini untuk meningkatkan motivasi dan bisa jadi memediasi agar industri kreatif lebih maju di Jakarta. Karena ini mendekati masa kampanye jadi sambutan pendek aja," demikian Foke memulai sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contoh kreativitas, jangan kaget ya. Ini urusan kumis. Kumis ini bisa diterjemahkan sebagai kekumuhan dan kemiskinan. Betul nggak?" tanya Foke kepada audiens yang lantas disambut tawa.
"Tetapi kumis ini bisa jadi ikon kuat jadi gubernur untuk membasmi kemiskinan dan kekumuhan itu," imbuh Foke yang lagi-lagi disambut tawa. Ha..ha..ha..
Sebelumnya, salah satu calon gubernur DKI Jakarta independen Hendardji Soepandji menyindir soal kumis ini dalam acara jumpa kandidat cagub-cawagub DKI di Gereja Kathedral DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Hendardji menegaskan Jakarta tidak boleh 'Berkumis'.
"Jakarta tidak boleh Berkumis: Berantakan, Kumuh dan Miskin," ujar Hendardji. (nwk/nrl)










































