Pelaporan dan penyerahan senjata api itu dilakukan KAmis kemarin dengan didampingi ibu mereka, Agnes. "Laporan kemarin sekaligus menyerahkan senjata api ke Mabes Polri," kata Agnes, kepada detikcom, Jumat (25/5/2012).
Agnes mengatakan, senjata api tersebut diserahkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ia khawatir senjata api tersebut dapat mengancam keselamatannya dan anak-anaknya bila menempel pada Y.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pernah dua kali (ditodong). Nembakin sekali, tapi kena ke tembok. Waktu itu karena dia ketahuan selingkuh sama saya," katanya.
Hubungan rumah tangga Y dan Agnes sudah tidak utuh lagi sejak tahun pertama pernikahannya. Keduanya menikah pada tahun 1997 dan dikaruniai empat orang anak.
Sejak tahun 1998, rumah tangganya mulai retak. Tahun 2004, keduanya pisah rumah. Y kemudian membawa AI (14) dan BA (12), sementara dua anaknya yang lain, Y dan SM yang saat ini masih berusia 6 bulan tinggal bersama Agnes.
"SM tidak tahu papanya. Sama kakak-kakaknya (AI dan BA) juga belum pernah lihat," katanya.
Sementara menurut pengakuan AI dan BA, keduanya kerap dianaya oleh ayahnya itu. "Aku pernah ditendang sepatu papa. Waktu itu aku telat jemput papa yang baru dari luar kota. Di mobil, papa bilang 'awas kamu ya, habis nanti di rumah'," ujar AI.
Dihubungi secara terpisah, Karopenmas Mabes Polri Brigjen M Taufik mengaku belum mengetahui adanya laporan Agnes. "Saya belum tahu, nanti saya cek dulu ke Bareskrim. Tapi kalau ada laporan seperti itu, tentu akan kita tindak lanjuti. Brigjen Y memang ada, masih aktif di BIN," terang Taufik.
(mei/nrl)










































