Andai saja Joy Flight Sukhoi Superjet 100 berlangsung mulus, Anggraini Fitria Swesty Supredjo akan lebih dikenal dalam dunia penerbangan Indonesia. Sky Aviation berencana menjadikan perempuan yang sering dipanggil Anggi itu sebagai ikon di majalah Sukhoi.
"Sebelum kecelakaan itu, istri saya sempat beri kabar kalau dia terpilih menjadi ikon Sukhoi," papar Andre Buchari, suami Anggi kepada detikcom, Kamis (24/5/2012).
Rencana itu sebenarnya akan terealisasi jika saja kecelakaan itu tidak terjadi. Anggi dipilih karena kepribadiannya yang menarik. Selain itu, ia juga cantik, pintar, dan supel dalam pelayanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadian itu membuat pihak Sky Aviation harus merekrut lagi pramugari untuk menggantikan istri saya," tambah Andre lagi, usai tahlilan, malam ini.
Pengalaman kerja Anggi sebagai pramugari terbilang cukup lama. Setelah menamatkan sekolahnya di tahun 2005, Anggi langsung mendaftar di Maskapai Lion Air.
Anggi sempat berhenti di tahun 2009 karena menikah, tapi ibu satu anak ini kembali lagi menjadi pramugari di tahun 2010 bersama Express Air.
Dua bulan terakhir ini, Anggi dipanggil Sky Aviation dengan pesawat barunya Sukhoi Superjet 100. Tapi pada penerbangan 9 Mei 2012 lalu, ternyata menjadi penerbangan terakhirnya sebagai pramugari.
(ndr/ndr)











































