"Itu (keributan) tidak perlu dibesar-besarkan, hanya masalah dukung mendukung, bukan hal yang aneh di partai politik. Hanya memang seharusnya tidak dilakukan dengan kekerasan seperti yang terjadi di Ternate tadi pagi," kata Max saat berbincang, Kamis (24/5/2012).
Max mengaku ada di dalam pesawat yang tiba di Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara, tadi pagi. Ia datang bersama Ketua Umum Anas Urbaningrum, Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono, dan beberapa fungsionaris partai lainnya.
Max menceritakan saat tiba di bandara, sekitar 10 orang langsung mendekati rombongan elite PD itu. Namun aksi mereka dicegah petugas keamanan. Aksi saling dorong dan adu mulut pun terjadi.
"Kita baru turun lalu terjadilah keributan itu. Ada yang berusaha memukul," tuturnya.
Merasa situasi tak kondusif Max beserta rombongan akhirnya tak memaksakan untuk memasuki kota Ternate. Mereka berinisiatif untuk mencari penerbangan menuju Manado.
"Kita kemudian kembali ke Manado, karena besok ada pelantikan pengurus di sana," ujarnya.
Max menyesalkan kejadian itu. Menurutnya, ada cara yang lebih elegan untuk menyampaikan perbedaan pendapat.
"Saya pikir itu gejolak, ya namanya demokrasi di daerah, tapi kan ada koridornya," imbuhnya.
Akibat aksi tersebut, pelaksanaan Musda dibatalkan. Belum diketahui kapan Musda itu akan kembali dilaksanakan. Pengurus DPP PD akan mencari waktu yang tepat untuk kembali mengadakan Musda.
(tor/mok)











































