"Sebenarnya nggak tersisih semua, cuma diroling begitu saja. Ada beberapa pendukung Anas yang tersisih, tapi ya itulah politik. Paling yang dipindah jabatan cuma tiga orang, nggak terlalu banyak," kata Ruhut yang juga mantan tim sukses Anas Urbaningrum saat berbincang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/2012).
Memang sejumlah orang dekat Anas seperti Benny K Harman, Jafar Hafsah, Mirwan Amir, digeser dari posisi prestisius. Ruhut memahami rotasi memang diarahkan untuk mengoptimalkan kinerja FPD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurut Ruhut, ada juga tim sukses Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng yang tersisih dari kabinet FPD. Seperti Wakil Ketua Komisi XI DPR, Achsanul Qosasi yang dulunya tim sukses Marzuki dalam kongres PD.
"Ada juga Pak Hayono itu dulu di Andi Mallarangeng," kata Ruhut menjelaskan Hayono yang dicopot dari posisi Wakil Ketua Komisi I DPR.
Menurut Ruhut, FPD DPR sekarang memang sudah pilihan tepat. Dia yakin kebijakan pemerintah dapat dikawal dengan baik.
"Jadi ini saya kira win-win solution. Semua sudah pas saya kira. Jadi harus tetap didukung siapapun yang dipilih," ungkapnya.
(van/mok)











































