"Kemarin kita membayar Rp 45 juta pada penumpang. Makanya saya tidak menginginkan ini. Padahal harga tiket total Rp 42 juta," ujar Direktur Umum Lion Air Edward Sirait.
Edward mengatakan itu di sela-sela peresmian kantor operasional Lion Air di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Kamis (24/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prinsipnya tetap akan kita terapkan seperti halnya ketika di Medan. Kaca pecah di pesawat. Kita tunggu hingga beres lalu berangkat," kata Edward.
Pada 21 Mei, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 0231 seyogianya berangkat pada pukul 06.30 WIB dengan 151 calon penumpang. Namun ternyata diketahui kaca depan pesawat itu ada keretakan. Dengan pertimbangan keselamatan, penerbangan itu ditunda menunggu perbaikan.
Pengumuman pertama disampaikan keberangkatan ditunda hingga pukul 08.00, kemudian ditunda lagi menjadi pukul pada 10.00, dan ditunda lagi jam 14.30. Namun akhirnya berangkat jam 13.30 WIB dengan pesawat pengganti.
Sementara soal harga tiket promosi Lebaran, menurut Edward, Lion Air belum menerapkannya. "Kita belum lihat. Di airline cenderung mendekati hari H," kata Edward.
(nwy/nrl)










































