Pendiri bangsa Bung Karno (BK) pernah mengkhawatirkan bahwa suatu saat Indonesia bisa menjadi kuli di negeri sendiri. Kekhawatiran itu kini terbukti, utamanya dalam soal pangan.
"Apa yang dikhawatirkan Bung Karno bahwa kita akan menjadi bangsa kuli di negeri sendiri kini terbukti. Faktanya, kita untuk mengatasi persolan pangan rakyat saja kita tidak mampu. Bahkan Indoneisa kini masuk dalam jebakan suplai pangan global karena besarnya impor pangan," jelas Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Hal itu disampaikan Mega dalam sambutannya di acara Seminar Nasional Memperingati Hari Kebangkitan Nasional bertema Merindukan Negarawan, di Hotel Gran Melia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2012). Acara ini digelar oleh Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (UII) yang diketuai Mahfud MD. Hadir pula Taufiq Kiemas, Puan Maharani, Maruarar Sirait, Rieke Diah Pitaloka dan Anies Baswedan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mega kemudian memberikan syarat untuk pemimpin Indonesia di masa depan. Pemimpin itu haruslah juga seorang negarawan.
"Bagi saya sosok negarawan hanya bisa lahir kalau ia benar-benar memahami sejarah, Pancasila dan UUD 45, memahami masyarakatnya yang plural, serta setia terhadap NKRI. Ini merupakan syarat ideologis. Kedua, pempimpin tersebut harus memberikan inspirasi dan mampu menggelorakan kembali kebanggaan sebagai bangsa, melalui nation and character building," tegas Mega.
(nwk/nrl)











































