Konflik Kembali Memanas, Raja Surakarta Dilarang Masuk Keraton

Konflik Kembali Memanas, Raja Surakarta Dilarang Masuk Keraton

Muchus Budi R. - detikNews
Kamis, 24 Mei 2012 13:05 WIB
Konflik Kembali Memanas, Raja Surakarta Dilarang Masuk Keraton
Solo - PB XIII Hangabehi dan Panembahan Tedjowulan yang telah sepakat melakukan rekonsiliasi masih harus menghadapi jalan panjang untuk kembali ke dalam keraton. Pihak kerabat yang menolak rekonsiliasi menutup akses masuk ke dalam keraton sehingga raja tidak bisa masuk ke dalam keratonnya sendiri.

Sekitar pukul 11.15 PB XIII dan Tedjowulan beserta seluruh rombongan tiba di Kori Kamandungan, pintu masuk keraton, Kamis (24/5/2012). Rombongan itu sebelumnya menghadiri acara penandatanganan Walikota Surakarta, Joko Widodo, terkait kesepakatan rekonsiliasi kedua raja yang telah berseteru delapan tahun tersebut.

Namun sesampai di Kamandungan, semua pintu sudah ditutup rapat dari dalam. Mereka dihadang oleh Satryo Hadinagoro, menantu almarhum PB XII, salah satu kerabat yang menolak rekonsiliasi. Bahkan salah seorang putra PB XII sempat bersitegang dengan Satryo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengawalan yang dilakukan Kapolresta Surakarta, Kombes (Pol) Asdjima'in dan Dandim Surakarta, Letkol Widy P, tidak menyurutkan pihak penghadang untuk menghalang-halangi rajanya sendiri masuk keraton.

Ditunggu hingga lebih dari satu jam, pintu keraton tetap tidak dibuka. Akhirnya Hangabehi dan Tedjowulan menuju meninggalkan Kamandungan. Selanjutnya mereka menuju Sasono Mulyo, kediaman salah seorang putra PB XII, yang berada di dalam beteng keraton tetapi di luar tembok inti keraton.

Dari Sasono Mulyo itulah, rombongan kemudian masuk ke dalam keraton lewat pintu Sasono Putro, menuju kediaman Hangabehi di dalam keraton. Mereka masuk disertai Kapolresta dan Dandim Surakarta.

Atas tindakan itu, Hangabehi langsung mengutus pengacaranya untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi. "Ini negara hukum. Sinuhun Behi itu mau masuk rumahnya sendiri tapi dihalang-halangi orang yang tidak bertanggungjawab. Siapa yang dilaporkan, semua orang sudah tahu, yaitu pihak yang tidak ingin keraton menjadi baik," ujar GPH Suryo Wicaksono, putra PB XII yang mendukung rekonsiliasi.

(mbr/trw)


Berita Terkait