"Survei yang kemarin di-launching itu saya agak lucu juga. Di situ disebut bahwa Foke dan Nara diberi nilai tertinggi karena dipersepsikan sebagai yang berpengalaman dan berkinerja," kata Hidayat kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (24/5/2012).
Menurut Hidayat tolok ukur prestasi Foke diragukan. Alasannya, Foke belum menunjukkan perbaikan tata kelola Jakarta. Dia merujuk hasil audit keuangan Pemprov DKI yang mendapat nilai wajar dengan pengecualian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Hidayat ketika memimpin MPR tetap rukun tiga wakil ketuanya hingga masa jabatan berakhir. Baginya pengalaman di MPR jadi modal kuat memimpin Ibukota.
"Artinya mana yang lebih baik? Bagi yang mengerti tentang kinerja akan lebih mudah katakan bahwa lebih baik (hasil audit keuangan) wajar tanpa pengecualian. Survei itu jadi aneh. Dengan alasan berpengalaman dan punya kinerja, Foke dapat 49 persen, survei itu jadi agak lucu," pungkasnya.
(fdn/rmd)











































