"Itu semua yang membawa kita pada kerinduan munculnya negarawan, seperti Bung Karno dan Bung Hatta. Mereka selalu berpikir untuk bangsa," jelas Mahfud dalam jumpa pers diskusi UII di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/5/2012).
Berbeda jauh dengan politisi saat ini, yang berpolitik sesuai aliran masing-masing. Mereka pun saling mengalahkan lawan politik, dan tujuannya bukan untuk kepentingan rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahfud kembali menyitir soal kondisi bangsa ini yang justru asyik berpolitik dan melupakan nasib bangsa. Bahkan oknum-oknum politisi mengakali perundang-undangan agar bisa melakukan praktik korupsi tanpa melanggar hukum.
"Sehingga korupsi bisa masuk, dengan sengaja membuat lubang korupsi tanpa melanggar hukum. Itu yang banyak kita temui, bukan hanya sekedar isu," tuturnya.
(ndr/)










































