Andi Mallarangeng Diperiksa KPK, Wasekjen PD: Andi Harus Buka Semua

Andi Mallarangeng Diperiksa KPK, Wasekjen PD: Andi Harus Buka Semua

- detikNews
Kamis, 24 Mei 2012 11:15 WIB
Andi Mallarangeng Diperiksa KPK, Wasekjen PD: Andi Harus Buka Semua
Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus Hambalang hari ini. Partai Demokrat meminta Andi membuka semua yang diketahuinya.

"Yang pertama tentu kita berharap bahwa Andi Mallarangeng bisa mengungkap semua yang diketahui," kata Wasekjen PD, Saan Mustopa, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/2012).

Saan mendorong Andi Mallarangeng untuk mengungkap semua hal yang diketahuinya terkait kasus Hambalang. Ia berharap Andi mengikuti semua proses hukum.

"Kedua kita mendorong semua kader Demokrat untuk menaati proses hukum, tidak boleh menghindar," ujarnya.

Saan yakin Andi tak terlibat kasus Hambalang. Ia mengaku partainya belum memiliki persiapan apa-apa terkait pemeriksaan Andi.

"Sampai hari ini kita nggak berpikir ke arah sana, kita tetap yakin Pak Andi tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum," imbuhnya.

Politikus Partai Demokrat itu akan diperiksa terkait penyelidikan kasus pembangunan sport center di Hambalang, Bogor. Surat pemanggilan Andi telah dilayangkan pada Selasa kemarin. Andi akan diperiksa mengenai pengadaan sport center yang dibangun dengan anggaran dari kementerian yang dipimpinnya.

"Dia akan dimintai keterangan terkait proses pengadaan sport center itu," tutur Jubir KPK Johan Budi, tadi pagi.

Nama Andi disebut-sebut ikut terlibat dalam kasus ini oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin serta sejumlah saksi lain di persidangan. Mereka menyebut rapat pembahasan proyek Hambalang dihadiri oleh Nazaruddin, Angelina Sondakh, dan Mahyudin dilakukan di ruangan Andi. Saat itu, Nazaruddin menyatakan kepada Andi bahwa sertifikat tanah untuk proyek Hambalang telah diselesaikan.

Nazaruddin juga mengaku disuruh Anas Urbaningrum yang saat ini menjadi Ketua Umum Partai Demokrat untuk mengurus sertifikat tanah proyek Hambalang. Menurut Nazaruddin, Anas saat itu bertanya siapa anggota Fraksi Partai Demokrat yang bisa membantu mengurus masalah tanah ini. Nazaruddin pun menjawab bahwa anggota Komisi II dari Fraksi Partai Demokrat, Ignatius Mulyono, bisa mengurusnya karena dekat dengan Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto.

(/)


Berita Terkait