Saat diberangkatkan dari Jakarta, iring-iringan mobil jenazah dikawal satu mobil patroli dari Mabes Polri dan satu mobil lainnya dari Sky Aviation. Ambulans putih yang dipakai dihiasi dengan karangan bunga. Mobil ambulans memang sudah disiapkan oleh pihak Trimarga.
Menurut Kakak Henny, Firdaus, menggunakan pesawat harus mengurus administrasi terlebih dahulu. Pesawat pun tidak ada yang langsung ditumpangi untuk mengirimkan jenazah. Jika tetap menunggu pesawat dikhawatirkan jenazah terlambat tiba di Lampung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Firdaus mengatakan, dengan naik ambulans, jenazah lebih cepat sampai di Lampung. Dia memperkirakan, rombongan bisa tiba di Talang Padang pukul 21.00 WIB.
Semua keluarga Henny sudah menunggu di rumah duka. Rumah orang tua Henny yang berada di Talang Padang ini pun sudah dipersiapkan untuk menerima jenazah. Bagian tengah rumah sudah dikosongkan dan akan digunakan untuk tempat sementara jenezah sebelum dikuburkan esok hari.
Henny adalah putri bungsu pasangan Nurlela dan Suja’i. Perempuan kelahiran Lampung 8 Juni 1983 ini baru bekerja di Sky Aviation selama 6 bulan terakhir. Sebelum bekerja di Sky Aviation, Henny juga pernah bekerja di Adam Air dan Sriwijaya Air. Henny menjadi pramugari sudah hampir 8 tahun.
Henny dikenal sebagai peribadi yang baik dan sangat peduli pada keluarga. Henny sudah membelikan orangtuanya mobil dan berencana untuk mengajak ibunya umroh tahun ini. Keluarga sangat kehilangan Henny karena sangat dekat dengan orang tua dan saudara yang lain.
(mad/mad)










































