Tim Sukses Pasangan Calon Beri Komentar Terkait Survei Indo Barometer

Tim Sukses Pasangan Calon Beri Komentar Terkait Survei Indo Barometer

Dhurandhara HKP - detikNews
Rabu, 23 Mei 2012 18:21 WIB
Tim Sukses Pasangan Calon Beri Komentar Terkait Survei Indo Barometer
Jakarta - Survei yang dikeluarkan oleh Indo Barometer hari ini menunjukkan persentase pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta jika pemilihan gubernur DKI diadakan hari ini. Hasil survei tersebut langsung dikomentari oleh tim sukses lima pasangan cagub-cawagub DKI yang hadir dalam acara tersebut.

Tim sukses dari pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli menanggapi survei yang menempatkan pasangan ini di tempat teratas dengan cukup puas. Mereka merasa tidak perlu untuk mengumbar janji menjelang pilgub DKI. Namun, tim sukses Fauzi Bowo-Nachrowi mewaspadai pasangan Jokowi-Ahok karena survei menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ahok mencapai 16,4%, padahal pilkada masih sekitar 49 hari lagi.

"Ya setelah mengetahui hasil survei ini, saya cuma bisa bilang oke deh. Ya kami ke depan akan melanjutkan program, tapi tidak perlu terlalu berat untuk umbar janji. Menurut saya, harus tetap waspada pasangan Jokowi-Ahok yang mencapai 16,4 persen, karena masih lama segala sesuatu masih bisa terjadi, masih bisa blunder dan segala macamnya," kata salah satu anggota tim sukses Foke-Nara, Nova Riyanti Yusuf, di Kafe Warung Daun, Jalan Waltermonginsidi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan tim sukses dari pasangan Jokowi-Ahok menanggapi hasil survei dengan perlunya memperhatikan kriminalitas di Jakarta. Target untuk menang satu putaran pun diincar oleh tim sukses Jokowi-Ahok. Jika pemungutan suara harus digelar dua putaran, mereka memperkirakan akan berhadapan dengan incumbent.

"Soal survei menurut saya, soal kriminalitas sangat perlu didalami. Selain itu, untuk masalah manusiawi itu juga sangat penting, seperti cara untuk memindahkan PKL (pedagang kaki lima) tidak dengan cara pemaksaan. Target kami maksimal menang satu putaran, target minimal berada di putaran kedua berhadapan dengan incumbent. Kami sebagai figur alternatif DKI, diharapkan untuk menambah kualitas calon," ungkap anggota tim sukses pasangan Jokowi-Ahok, Maruarar Sirait, di lokasi yang sama.

Tim sukses dari pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini pun menilai bahwa survei tersebut sangat dinamis. Mereka lebih berpegangan pada survei yang telah mereka lakukan sendiri pada 1 Mei 2012.

"Survei ini akan sangat dinamis, jadi kami sendiri optimistis karena kami memiliki pegangan survei yang kami lakukan pada tanggal 1 Mei silam, dan kami berada pada posisi nomor dua. Selama tidak ada kecurangan di DPT (daftar pemilih tetap), dan penggunaan cara-cara yang tidak patut, maka kami yakin kami akan mendapatkan hasil yang terbaik," harap tim sukses Hidayat-Didik, Mardani.

Lain dari yang lain, tim sukses pasangan Alex-Nono lebih memperhatikan kemaritiman Jakarta dalam menanggapi hasil survei tersebut. "Yang penting di sini adalah kita sudah berhasil pegang 50 persen suara di Kepulauan Seribu, di segmen kabupaten kita bisa memegang kelompok nelayan. Nah, ini berhubungan dengan sejarah wilayah Jakarta sebagai wilayah kemaritiman," ujar Indra J Piliang yang merupakan anggota tim sukses Alex-Nono.

Bagaimana dengan pasangan independen? Tim sukses dari Faisal Basri-Biem Benyamin tetap berharap masih adanya kesempatan untuk pasangan cagub-cawagub dari jalur independen dalam pilkada DKI Jakarta mendatang. "Riset itu kan diagnosa, seperti diagnosa dokter, maka apa pun hasilnya harus dilakukan. Kami optimistis karena dalam survei ini, ada kans pemimpin independen," kata tim sukses Faisal-Biem, Santoso.

Hanya tim sukses dari pasangan Hendardji-Riza saja yang tidak tampak sehingga tidak bisa segera dimintai tanggapan terkait hasil survei tersebut.

Indo Barometer sebelumnya melakukan pengumpulan data pada 15-20 Mei 2012. Survei dilakukan dengan menggunakan metode multi random sampling, jumlah responden 440, tingkat marginal error 4,8 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan tatap muka menggunakan kuisioner.

Dalam teknik wawancara, responden ditanya dengan dua pertanyaan terbuka dan tertutup. Untuk pertanyaan tertutup, sendainya pilkada DKI digelar hari ini dan ada 6 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan maju, maka dari enam pasangan itu mana yang dipilih?

Hasilnya, pasangan incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli masih bertengger sebagai pasangan yang akan dipilih warga DKI Jakarta. Pasangan yang diusung Partai Demokrat itu memperoleh 49,8 %. Selanjutnya pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 16,4 %, Alex Noerdin-Nono Sampono (5,7%), Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini (4,5%), Faisal Basri-Biem Benyamin (2,3%), dan Hendardji Supandji-A Riza Patria (0,2%).

(vid/)


Berita Terkait