"Kami sungguh merasa kehilangan sosok Kornel. Dia adalah satu yang terbaik di PT DI. Dia berada di layer kedua setelah direksi. Dia memiliki dedikasi yang tingi, pengalaman komunikasi yang baik dan menguasai teknis dengan baik sehingga bisa menghubungkan perusahaan dengan perusahaan lain di luar negeri," ujar Dirut PT DI Budi Santoso saat ditemui usai mengikuti acara penghormatan dan mengucapkan belasungkawa pada keluarga Kornel di Auditorium Gedung Nusantara I PT DI, Jalan Pajajaran, Rabu (23/5/2012).
Budi pun mengaku akan sulit mencari pengganti seperti almarhum Kornel sebagai pimpinan proyek ataupun Kepala Divisi Integrasi Bisnis. "Kok yang terbaik ya yang pergi. Jadi susah ini cari penggantinya. Karena almarhum itu orang yang pintar, jujur serta pengalamannya itu yang tidak bisa dikejar. Kan kita tidak bisa mempercepat pengalaman untuk yang lain. Sampai saat ini belum kebayang, siapa yang akan menggantikan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu Budi menyatakan tak akan menghentikan kerjasama dengan Sukhoi tersebut. "Justru kita akan teruskan kerjasama yang sudah dirintis oleh almarhum," tuturnya.
Jika kerjasama jadi disepakati tahun ini, maka PT DI akan mulai mengerjakan pembuatan komponen ekor Sukhoi Superjet 100 pada 2014 mendatang. Rata-rata, ada 40-60 komponen yang akan dibuat PT DI setiap tahunnya.
(tya/asy)











































