MURI Catat Rekor Rangkaian Jagung Terpanjang di Grobogan

MURI Catat Rekor Rangkaian Jagung Terpanjang di Grobogan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 23 Mei 2012 15:15 WIB
MURI Catat Rekor Rangkaian Jagung Terpanjang di Grobogan
Grobogan - Ada yang berbeda di Desa Ngraji, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, hari ini, Rabu (23/5/2012). Rangkaian jagung sepanjang 1234 meter menyusuri jalanan, areal pertanian dan lapangan desa di sana. Tak ayal hal tersebut menarik perhatian warga sekitar.

Museum Rekor Indonesia (MURI) yang diwakili oleh Sri Widayanti mengapresiasi rangkaian jagung tersebut dan mencatatnya sebagai Rangkaian Jagung Terpanjang di Indonesia 1234 meter.

"Pemecahan rekor ini sudah tercatat ke Museum Rekor Indonesia dengan nomor 5440," kata Sri Widayanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Camat Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Muhammad Arifin mengatakan pihaknya merasa bangga karena daerahnya yang notabene menjadi penghasil jagung terbesar di Indonesia dipilih menjadi lokasi bersejarah dari pemecahan rekor tersebut.

"Grobogan ini potensi pertaniannya besar dan tercatat sebagai penghasil jagung terbesar di Indonesia. Kami bangga," kata Muhammad Arifin di lokasi, Rabu (23/5/2012).

"Dulu di Grobogan juga pernah memecahkan rekor membakar jagung terpanjang 1000 meter," imbuh Arifin.

Sebelumnya, Pioneer juga telah mencatatkan rekor MURI yaitu Crop Circle Berbentuk Gajah Pertama di Indonesia pada bulan Maret yang lalu di desa Wonokerto, Kediri.

Direktur utama PT. DuPont Indonesia, Madarhana mengatakan rangkaian jagung tersebut sengaja dibuat untuk memeriahkan acara MEGA EXPO P27 GAJAH yang diadakan oleh PT. DuPont Indonesia untuk meluncurkan produk terbarunya yaitu Jagung Hibrida Pioneer P27 Gajah. Acara tersebut ditargetkan dihadiri oleh 7000 petani di Grobogan dan sekitarnya.

"Kegiatan ini bertujuan merefleksikan komitmen dan kerja keras kelompok tani grobogan," katanya.

Sementara itu menurut Madarhana, nama 'Gajah' yang digunakan dalam bibit jagung tersebut diambil dari kualitas jagung yang lebih unggul dibandingkan bibit lainnya.

"Nama gajah karena tongkolnya besar. Dalam 1 baris bisa 18 pohon tumbuhnya pun bisa di cuaca ekstrem. Selain itu dalam 1 hektar menghasilkan 8,5 ton bahkan 9 ton jagung," ungkap Madarhana.

"Dari 10 tongkol gajah P27 diperoleh Rendemen 79%, sedangkan yang lain hanya 75%," imbuhnya.

(alg/trw)


Berita Terkait